Inflasi Kepri Terkendali, Ansar Ingatkan Potensi Tekanan Harga Jelang Nataru

inflasi kepri
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menyampaikan inflasi Kepri pada Oktober 2025 tercatat sebesar 0,36 persen (mtm) dan 3,01 persen (yoy), masih berada dalam rentang sasaran nasional. Foto: Diskominfo Kepri

Medianesia.id, Tanjungpinang – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menyampaikan inflasi Kepri pada Oktober 2025 tercatat sebesar 0,36 persen (mtm) dan 3,01 persen (yoy), masih berada dalam rentang sasaran nasional.

Meski demikian, ia mengingatkan adanya potensi tekanan harga akibat cuaca ekstrem dan meningkatnya permintaan masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Hal tersebut disampaikan Ansar saat memimpin High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Senin, 24 November 2025.

Dalam rapat tersebut, pemerintah daerah menegaskan komitmen memperkuat stabilitas harga sekaligus mendorong percepatan digitalisasi layanan publik.

Sejumlah komoditas yang perlu diwaspadai fluktuasinya adalah cabai merah, beras, ikan selar, minyak goreng, telur, dan ayam ras.

Ansar meminta OPD teknis memperkuat koordinasi, memperbarui neraca pangan, serta memastikan distribusi kebutuhan pokok berjalan lancar.

“Kita harus memastikan stok aman, distribusi tidak terganggu, dan harga tetap terkendali,” tegasnya.

Baca juga: Wagub Nyanyang Buka ProASN, Penempatan Jabatan ASN Tak Bisa Lagi Pakai Feeling

Pada kesempatan itu, Ansar juga menyoroti penurunan Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) Kepri dari 99,75 menjadi 98,8.

Ia mendorong seluruh OPD mengoptimalkan kanal pembayaran digital seperti QRIS, KKPD, dan sistem transaksi elektronik lainnya.

inflasi kepri
High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Senin, 24 November 2025. Foto: Diskominfo Kepri

“Digitalisasi bukan hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga mempercepat reformasi birokrasi dan meningkatkan pelayanan publik,” ujar Ansar.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Rony Widijarto, turut memaparkan perkembangan ekonomi Kepri yang tumbuh 7,48 persen (yoy) dan menjadi salah satu yang tertinggi secara nasional.

Ia juga mencatat transaksi QRIS melonjak 194 persen, dengan nilai mencapai Rp9,04 triliun sepanjang Januari–Oktober 2025.

Menurutnya, akselerasi digitalisasi mempermudah UMKM bertransaksi sekaligus membuka akses pembiayaan melalui rekam jejak digital.

Baca juga: Ansar Bahas Penguatan Ketenagakerjaan dan Pengawasan Tenaga Kerja Bersama Komisi IX DPR RI

Sementara itu, Kepala BPS Kepri, Margaretha Ari Anggorowati, mengungkapkan optimismenya inflasi Nataru dapat dijaga di bawah 3,5 persen, mengingat sejumlah program pengendalian harga berjalan efektif.

Ia menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak menimbulkan tekanan harga di pasar.

Rangkaian kegiatan turut diisi dengan penyerahan bantuan alat pertanian dan sarana digital farming kepada kelompok tani, koperasi, dan pesantren, yang diharapkan dapat menopang produksi pangan lokal guna mengantisipasi potensi inflasi.

Menutup rapat, Ansar menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga dalam menjaga stabilitas ekonomi Kepri.

“Dengan kerja sama yang solid, Kepri siap menghadapi dinamika ekonomi dan memastikan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya.(ADV)

Editor: Brp

Pos terkait