Inflasi Kepri September 2025 Terkendali di Angka 2,70 Persen

inflasi kepri
komoditas makanan dan minuman menjadi pennyumbang terbesar inflasi di Provinsi Kepri. Foto: Ismail

Medianesia.id, Tanjungpinang – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) pada September 2025 sebesar 2,70 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 109,19.

Kepala BPS Kepri, Margareta Ari Anggorowati, menjelaskan inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Karimun sebesar 2,91 persen (IHK 108,57).

Sementara inflasi terendah tercatat di Kota Tanjungpinang hanya 1,82 persen (IHK 106,65). Adapun Kota Batam mencatat inflasi 2,82 persen dengan IHK 109,67.

“Secara umum inflasi di Kepri masih terkendali dan relatif lebih rendah di banding target inflasi nasional,” kata Margareta.

Baca juga: Rokok Ilegal Bakal Dilegalkan? Begini Penjelasan Menkeu Purbaya

Inflasi y-on-y di Kepri di sebabkan oleh kenaikan harga pada delapan kelompok pengeluaran. Di antaranya, makanan, minuman, dan tembakau naik 4,86 persen, lalu pakaian dan alas kaki naik 1,12 persen.

Kemudian, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik 1,04 persen, kesehatan naik 1,66 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya naik 0,53 persen, dan pendidikan naik 1,40 persen

Selanjutnya, restoran dan penyediaan makanan/minuman naik 2,57 persen, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya naik cukup tinggi, 12,40 persen.

Baca juga: TBC Masih Jadi Ancaman Serius di Provinsi Kepri

Sementara itu, tiga kelompok pengeluaran mengalami deflasi, yakni perlengkapan rumah tangga (-0,18 persen), transportasi (-0,66 persen), dan informasi, komunikasi, serta jasa keuangan (-0,09 persen).

Sedangkan, untuk inflasi bulanan (month to month/m-to-m), BPS mencatat Kepri di angka 0,64 persen pada September 2025. Hal ini dipicu kenaikan IHK dari 108,50 di Agustus menjadi 109,19 di September.

Adapun inflasi tahun berjalan (year to date/y-to-d) hingga September 2025 mencapai 1,71 persen.(Ism)

Editor: Brp

Pos terkait