Medianesia.id, Batam – Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Riau (Kepri) mencatat inflasi di Kota Batam pada April 2024 mengalami perlambatan dibandingkan Maret 2024.
Secara bulanan (MoM), inflasi Batam pada April 2024 mencapai 0,09 persen, lebih rendah dibandingkan Maret 2024 yang sebesar 0,45 persen.
Angka ini menjadikan Batam sebagai kota dengan inflasi MoM tertinggi di Kepri.
Secara tahunan (YoY), inflasi Batam April 2024 mencapai 3,25 persen. Sedangkan, inflasi year to date (YtD) Batam mencapai 0,83 persen.
Sekretaris Daerah Kota Batam menjelaskan bahwa inflasi YoY di Kepri disebabkan oleh kenaikan harga pada delapan kelompok pengeluaran.
“Kontributor terbesar adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang naik 5,53 persen,” katanya, Senin (6/5/2024).
Kenaikan harga juga terjadi pada sepuluh kelompok pengeluaran lainnya, termasuk pakaian dan alas kaki, perumahan, kesehatan, transportasi, pendidikan, dan perawatan pribadi.
Meskipun mengalami perlambatan, inflasi Batam masih lebih tinggi dibandingkan target inflasi nasional yang ditetapkan oleh Bank Indonesia sebesar 4 persen.
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam terus berupaya menekan angka inflasi dengan berbagai langkah, seperti menggelar operasi pasar murah dan berkoordinasi dengan instansi terkait.(*/Brp)
Editor: Brp





