Medianesia.id, Tanjungpinang – Badan Bahasa RI menilai bahwa indeks literasi masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masih belum ideal. Kondisi ini terutama dialami oleh masyarakat yang berada di pulau terluar.
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, mengatakan pihaknya telah bekerjasama dengan Pemprov Kepri untuk meningkatkan indeks literasi di provinsi kepulauan tersebut.
Langkah strategis tersebut berfokus pada peningkatan literasi masyarakat, penggunaan bahasa Indonesia, serta melestarikan bahasa daerah.
Baca juga: Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan Hampir 70 Ton Daging Beku di Perairan Karimun
“Untuk tingkat literasi di Kepri masih rendah. Sehingga kita melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama Pemprov Kepri,” kata Hafidz di Tanjungpinang, Rabu, 28 Januari 2026.
Nantinya, kata dia Badan Bahasa akan melakukan pengawasan penggunaan bahasa serta pendistribusian buku bacaan bermutu, terutama di wilayah pelosok yang sulit akses internet.
“Fokus kita pada sekolah di wilayah kepulauan, kami akan dukung dengan pengiriman buku bacaan bermutu ke sekolah yang indeks literasi nya masih rendah,” tambahnya.
Baca juga: Harga Emas Pegadaian Rabu 28 Januari 2026, UBS Turun Tipis, Galeri 24 Stabil
Selain literasi, kolaborasi bersama Pemprov Kepri itu untuk memayungi hukum kelestarian sastra dan bahasa lokal agar tetap eksis sebagai kekayaan budaya bangsa.
“Kami juga akan berikan pendampingan pemanfaatan buku tersebut, ini juga upaya melindungi bahasa Melayu agar terus tumbuh dan lestari,” sebutnya.
Baca juga: DPRD Kepri Ingatkan Pemprov: Pinjaman Rp400 Miliar Jangan Sekadar Tambal APBD
Sementara itu, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan kolaborasi bersama Badan Bahasa dilakukan untuk meningkatkan lagi indeks literasi di Kepri.
“Ini bagian dari kolaborasi untuk memicu semangat program literasi di Kepri agar trennya terus naik setiap tahun,” pungkasnya.(Mhd)
Editor: Brp





