Medianesia.id, Batam – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam melaporkan bahwa nilai impor Kota Batam pada November 2024 mengalami penurunan sebesar 1,75 persen dibandingkan Oktober 2024. Total impor bulan tersebut tercatat sebesar US$ 1.308,95 juta.
Penurunan ini terutama disebabkan oleh melemahnya impor sektor nonmigas sebesar 1,87 persen atau setara dengan US$ 24,75 juta, meskipun sektor migas mencatat kenaikan signifikan sebesar 18,98 persen atau US$ 1,41 juta.
Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga November 2024, impor Kota Batam meningkat sebesar US$ 136,74 juta atau 1,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Impor sektor nonmigas menjadi pendorong utama peningkatan kumulatif ini, dengan kenaikan sebesar US$ 152,90 juta atau 1,20 persen,” ujar Staf BPS Kota Batam, Fadel.
Selama November 2024, golongan barang impor nonmigas terbesar adalah mesin atau peralatan listrik, dengan nilai mencapai US$ 570,86 juta.
Secara kumulatif, barang dalam kategori ini juga menjadi yang tertinggi sepanjang Januari–November 2024, dengan nilai US$ 5.455,52 juta, berkontribusi 42,18 persen terhadap total impor nonmigas.
Adapun negara asal impor terbesar pada November 2024 adalah Tiongkok, dengan nilai US$ 462,80 juta. Meskipun terjadi penurunan 0,12 persen dibandingkan Oktober 2024, impor dari Tiongkok mengalami lonjakan 63,96 persen dibandingkan November 2023.
Penurunan impor sektor nonmigas di November 2024 mengindikasikan perlambatan aktivitas industri tertentu.
Namun, kenaikan impor kumulatif menunjukkan tren positif bagi sektor manufaktur yang terus mendatangkan mesin dan peralatan listrik dalam jumlah besar.(*)
Editor: Brp





