Medianesia.id, Tanjungpinang — Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) hingga Juni 2025 masih tergolong rendah. Dari total target PAD tahun ini sebesar Rp1,76 triliun, baru terealisasi sekitar 39 persen atau sekitar Rp600 miliar.
Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Adi Prihantara, menyebut pencapaian ini belum sesuai dengan target triwulan II yang idealnya sudah mencapai 50 persen.
“Saat ini total PAD baru sampai 39 persen. Itu pun sumbernya berbeda-beda, ada dari opsen, ada dari pajak kendaraan,” kata Adi saat ditemui di Tanjungpinang, Kamis, 12 Juni 2025.
Adi menjelaskan, saat ini Pemprov Kepri tengah membahas potensi sumber PAD baru, seperti pajak alat berat dan kendaraan air. Namun, sebelum mulai diberlakukan, perlu dilakukan sosialisasi dan penyiapan Standar Operasional Prosedur (SOP).
“Ini perlu sosialisasi dan SOP yang mengatur untuk menarik PAD baru,” ujarnya singkat.
Tak hanya pendapatan, realisasi belanja daerah juga baru mencapai angka 39 persen. Menurut Adi, hingga pertengahan tahun ini, belanja Pemprov Kepri masih didominasi oleh pengeluaran rutin.
“Realisasi pendapatan dan belanja masih seimbang. Belum ada belanja besar, karena efiesiensi,” ujarnya.
Adi juga mengungkapkan, uang kas daerah saat ini hanya tersisa sekitar Rp10 miliar. Namun, ia memastikan dana tersebut masih cukup untuk kebutuhan operasional pemerintah dalam beberapa bulan ke depan, termasuk pembayaran gaji.
“Sisa kas sekitar Rp10 miliar, itu bisa untuk operasional. Gaji juga masih tercover,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin, menyatakan pihaknya akan segera memanggil organisasi perangkat daerah (OPD) penghasil PAD seperti Badan Pendapatan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) untuk membahas dan mengevaluasi capaian PAD yang belum optimal.
“Kita akan telaah dulu apa saja kendala dan hambatannya, lalu bersama-sama kita cari solusinya agar capaian PAD bisa maksimal,” ujar Wahyu.
Sebagai informasi, total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kepri Tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp3,918 triliun. Target PAD dari total tersebut adalah Rp1,760 triliun. Namun hingga pertengahan tahun, realisasinya baru mencapai sekitar Rp600 miliar. (Ism)
Editor: Brp





