Hashim: Anggaran Negara akan Dikelola Lebih Efektif, Tak Ada Lagi Program Konyol

Hashim: Anggaran Negara Akan Dikelola Lebih Efektif, Tak Ada Lagi Program Konyol
Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menegaskan bahwa efisiensi ini bukan pemangkasan anggaran negara, melainkan realokasi ke sektor yang lebih bermanfaat. Foto: X/andreasharsono.

Medianesia.id, Batam – Pemerintah akan mengalokasikan hasil efisiensi anggaran belanja negara sebesar Rp 306 triliun (sekitar US$ 20 miliar) untuk program-program prioritas yang lebih berdampak bagi masyarakat.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan penggunaan anggaran yang lebih efektif dan menghilangkan program yang dinilai kurang relevan.

Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menegaskan bahwa efisiensi ini bukan pemangkasan anggaran, melainkan realokasi ke sektor yang lebih bermanfaat.

“Ini bukan pengurangan, tetapi realokasi dari program yang dianggap tidak perlu,” ujar Hashim dalam acara Economic Outlook 2025 di Jakarta, Kamis (27/2/2025).

Reformasi anggaran ini dilakukan berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD 2025, yang diteken oleh Presiden Prabowo Subianto pada 22 Januari 2025.

Hashim menyoroti bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menghilangkan pemborosan anggaran dan mengalihkan dana ke program yang lebih strategis.

Salah satu prioritas utama adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang awalnya mendapatkan alokasi Rp 71 triliun, namun kini akan ditambah hingga Rp 100 triliun dalam beberapa waktu ke depan.

“Kita tambah lagi, bahkan bisa mencapai ratusan triliun lebih. Ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi, yang menurut perkiraan Bappenas bisa mencapai 1,99% hanya dari MBG,” ungkap Hashim.

Selain itu, Hashim juga menyebutkan bahwa pemerintahan Prabowo menargetkan efisiensi anggaran US$ 20 miliar per tahun selama lima tahun ke depan.

Jika target ini tercapai, maka total efisiensi dalam satu periode kepemimpinan bisa mencapai US$ 100 miliar.

“Tahun depan, pemerintah optimistis bisa menghemat tambahan US$ 20 miliar lagi. Setiap tahun kita akan melakukan hal yang sama. Karena meski APBN terus bertumbuh, kebocoran dan program yang tidak produktif tetap harus dihapuskan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Hashim juga mengungkapkan potensi investasi melalui Dana Nusantara (Danantara). Jika dana efisiensi ini dikelola dan diinvestasikan bersama mitra asing, nilainya bisa meningkat hingga 3-4 kali lipat.

“Misalnya, jika kita co-invest 50% dengan asing, dari US$ 20 miliar bisa menjadi US$ 40 miliar ekuitas. Kemudian dengan leverage 3-4 kali, proyek investasi bisa mencapai US$ 160 miliar dalam satu tahun,” jelasnya.(*)

Editor: Brp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *