Medianesia.id, Batam – Hari Tasyrik, tiga hari setelah Idul Adha, menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak amalan dan menikmati daging kurban.
Di balik momen spesial ini, terdapat sejarah dan keistimewaan yang menarik untuk disimak.
Sejarah dan Makna Hari Tasyrik
Istilah “Tasyrik” berasal dari bahasa Arab yang berarti “matahari terbit” atau “menjemur sesuatu”.
Makna ini berkaitan dengan tradisi para jemaah haji yang menjemur daging kurban di bawah terik matahari di Mina.
Bagi umat Islam yang tidak berhaji, Hari Tasyrik menjadi waktu untuk menyembelih hewan kurban (jika belum sempat di hari Idul Adha) dan memperbanyak amalan sunah.
Berikut lima amalan sunah yang dianjurkan di Hari Tasyrik:
– Memperbanyak zikir dan doa: Membaca istighfar, tasbih, tahmid, tahlil, dan doa-doa lainnya.
– Menyembelih hewan kurban: Bagi yang belum sempat di hari Idul Adha.
– Makan dan minum: Diperbolehkan dan dianjurkan untuk tidak berpuasa.
– Bertakbir: Dilakukan setelah salat lima waktu.
– Membaca Doa Sapu Jagad: Memohon perlindungan dan keberkahan dari Allah SWT.
Hari Tasyrik 1445 H/2024 M jatuh pada tanggal:
Selasa, 18 Juni 2024 (11 Zulhijah 1445 H)
Rabu, 19 Juni 2024 (12 Zulhijah 1445 H)
Kamis, 20 Juni 2024 (13 Zulhijah 1445 H)
Mari jadikan momen Hari Tasyrik ini untuk meningkatkan ketakwaan dan menjalin silaturahmi dengan keluarga dan kerabat. Selamat merayakan Hari Tasyrik.(*/Brp)
Editor: Brp





