Pertamina Patra Niaga mengikuti Kepmen ESDM No. 17 K/10/MEM/2019 dalam menentukan harga avtur dan bahkan menawarkan harga publikasi yang lebih rendah dibandingkan dengan Singapura.
Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (PUSKEPI) Sofyano Zakaria menegaskan bahwa avtur bukan satu-satunya faktor yang menyebabkan harga tiket mahal.
Harga avtur di Indonesia justru tergolong murah dibandingkan negara lain.
Kondisi geografis Indonesia yang beragam dan biaya logistik yang tinggi menjadi faktor utama tingginya harga tiket pesawat.
Pertamina Patra Niaga sebagai badan usaha yang ditugaskan menyalurkan avtur, berusaha menjaga harga avtur di wilayah terpencil tetap standar.
Sofyano Zakaria juga menepis anggapan bahwa monopoli avtur oleh Pertamina menjadi penyebab harga avtur mahal.
“Kenyataannya, tidak ada badan usaha lain yang berminat memasok avtur di wilayah terpencil karena faktor ekonomi,” jelasnya.(*/Brp)
Editor: Brp





