Medianesia.id, Batam – Harga emas Antam kembali menunjukkan tren penurunan pada hari ini, Kamis (27/6/2024).
BUMN pertambangan pelat merah tersebut mematok harga jual emas Antam di level Rp1.350.000 per gram, turun Rp11.000 dibandingkan hari sebelumnya.
Penurunan ini dipicu oleh kejatuhan harga emas di pasar internasional, yang tertekan oleh kebangkitan nilai dolar Amerika Serikat (AS).
Emas dan dolar AS memiliki hubungan yang unik, di mana keduanya sering dianggap sebagai aset safe haven atau aset aman di kala situasi pasar bergejolak.
Baca juga: PLN Masuk 10 Besar Perusahaan Terbaik Asia Tenggara Versi Fortune 500 Southeast Asia 2024
Namun, pergerakan kedua aset ini berlawanan arah. Ketika nilai dolar AS menguat, harga emas biasanya tertekan, dan sebaliknya.
Hal ini dikarenakan emas tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset), sehingga dalam situasi kenaikan suku bunga global, emas menjadi kurang menarik dibandingkan dolar AS.
Pelemahan potensi penurunan suku bunga acuan Federal Reserve semakin memperkuat posisi dolar AS dan menekan harga emas.
Penurunan harga emas global juga berimbas pada harga beli kembali (buyback) emas Antam, yang anjlok Rp15.000 menjadi Rp1.220.000 per gram.
Baca juga: Ini Daftar 8 BUMN yang akan Dibubarkan
Selisih antara harga jual dan harga buyback pun semakin lebar, mencapai Rp130.000 per gram.
Bagi para investor yang ingin membeli emas, situasi ini bisa menjadi peluang. Namun, perlu diingat bahwa harga emas bersifat fluktuatif, sehingga penting untuk melakukan riset dan analisis sebelum mengambil keputusan investasi.(*/Brp)
Editor: Brp





