Medianesia.id, Tanjungpinang – Harga sejumlah bahan pokok, terutama cabai, di Kota Tanjungpinang kembali merangkak naik.
Kenaikan tersebut dipicu bencana alam yang terjadi di daerah pemasok di Sumatra, sehingga distribusi pasokan terganggu.
Untuk memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyiapkan langkah antisipasi guna mencegah potensi kelangkaan.
Baca juga: Cuaca Kepri 5 Desember 2025: Berawan dan Hujan Ringan
“Nanti akan kita periksa dulu apa saja yang sedang langka sekarang ini,” kata Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, Kamis, 4 Desember 2025.
Dalam waktu dekat, kata dia pihaknya bersama Forkopimda akan melakukan pembahasan, untuk mencari alternatif lain, sebelum terjadinya kelangkaan bahan pokok, terutama cabai.
Terlebih, pedagang di Kepri tidak hanya mengandalkan pasokan dari lokal saja.
“Kita siap untuk bekerja sama dengan provinsi lain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Baca juga: 10 Ribu Warga Kepri Diperkirakan Hidup dengan HIV/AIDS
Ia menilai, strategi mencari pasokan hingga ke luar provinsi lain, selain di Sumatra cukup efektif untuk mengatasi kelangkaan.
“Penting bagi kita untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan bahan pokok yang cukup,” tambahnya.
Diketahui, harga bahan pokok terutama cabai di Kota Tanjungpinang dilaporkan naik secara drastis. Kenaikan ini disebabkan terjadinya bencana di daerah pemasok. Saat ini, harga cabai nano sudah menyentuh ke harga Rp120 ribu per kilogram, cabai rawit Rp110 ribu per kilogram dan cabe merah senilai Rp98 ribu per kilogram.(Mhd)
Editor: Brp





