Harga Ayam Potong di Tanjungpinang Stabil Jelang Nataru

Harga Ayam Potong di Tanjungpinang Stabil Jelang Nataru
Pasar Encik Puan Perak Tanjungpinang. Foto: Ismail

Medianesia.id, Tanjungpinang – Tim Gabungan yang terdiri dari Disdagin, DP3, Dinas Kominfo Tanjungpinang, Disperindag Provinsi Kepri, dan Satgas Pangan Polresta, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar tradisional dan distributor bahan pokok.

Sidak ini dilakukan untuk menindaklanjuti informasi masyarakat mengenai kenaikan harga ayam potong yang sebelumnya dilaporkan naik dari Rp42.000 menjadi Rp48.000 per kilogram.

Kepala Disdagin Kota Tanjungpinang, Riany, menjelaskan kenaikan tersebut disebabkan oleh kesalahpahaman.

“Harga Rp48.000 yang dilaporkan berlaku untuk ayam penyet, bukan ayam potong. Ayam penyet biasanya diperuntukkan bagi pedagang yang menjual kembali, sehingga harga lebih tinggi karena sensitif terhadap operasional,” jelasnya.

Riany memastikan, harga ayam potong di pasar tetap stabil, yakni berkisar antara Rp40.000 hingga Rp42.000 per kilogram.

“Kami sudah mengecek langsung ke lapangan, dan harga ayam potong tidak mengalami kenaikan,” tambahnya.

Selain ayam potong, tim gabungan juga memantau harga bahan pokok lainnya, seperti cabai dan bawang merah. Saat ini, harga cabai berada di angka Rp54.000 per kilogram, sedangkan harga bawang merah bervariasi, namun stok dan harga secara umum masih stabil.

Untuk memastikan stabilitas harga dan pasokan bahan pokok selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Disdagin bersama tim gabungan akan terus memantau kondisi di pasar.

“Kami akan memastikan tidak ada praktik penimbunan yang dapat menyebabkan kelangkaan atau lonjakan harga bahan pokok,” ujar Riany.

Sidak kali ini dilakukan di Pasar Bintan Center dan beberapa distributor di Tanjungpinang. Dari hasil pemantauan, stok bahan pokok dinilai mencukupi untuk kebutuhan masyarakat hingga beberapa hari ke depan.

“Kami berkomitmen menjaga kestabilan harga dan memastikan masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang wajar, terutama menjelang perayaan Nataru,” tutup Riany.(Ism)

Editor: Brp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *