Gung Adhistya dan Animasi Ikan Mas Tur Dedari, Gabungkan Budaya Tradisional dengan Visual Modern

Gung Adhistya dan Animasi Ikan Mas Tur Dedari, Gabungkan Budaya Tradisional dengan Visual Modern
Gung Adhistya, seorang mahasiswa asal Bali yang tengah menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Multi Media (MMTC) Yogyakarta, kini semakin dikenal setelah memperkenalkan animasi yang mengangkat budaya Bali. Foto: Instagram/gungadhis.

Medianesia, Batam – Gung Adhistya, seorang mahasiswa asal Bali yang tengah menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Multi Media (MMTC) Yogyakarta, kini semakin dikenal setelah memperkenalkan animasi yang mengangkat budaya Bali.

Dalam waktu 13 bulan, Adhistya bersama adiknya berhasil menyelesaikan animasi berjudul Ikan Mas Tur Dedari.

Proses pengerjaannya cukup panjang, mulai dari pembuatan background, pra-produksi, hingga tahap final render yang memakan waktu sekitar 3 bulan. Hasilnya, tugas akhir kuliah ini mendapat banyak pujian dari masyarakat.

Baca juga: 5 Alasan Kenapa Film Pengepungan di Bukit Duri Harus Masuk Watchlist Kamu

Yang menarik, Adhistya tidak hanya berperan sebagai animator, tetapi juga merangkap sebagai sutradara, produser, penulis naskah, hingga editor.

Animasi ini terinspirasi dari Ritual Sanghyang Dedari, tarian tradisional Bali yang melibatkan penari dalam kondisi tidak sadar untuk berkomunikasi dengan roh leluhur demi keselamatan masyarakat.

Dalam karyanya, Adhistya menambahkan karakter ikan mas yang tampak sedang terbang, terinspirasi dari konsep “Like a Fish Upon The Sky”.

Selain itu, cerita rakyat Durma Lan Rajapala juga menjadi sumber inspirasi. Adhistya memadukan nuansa tradisional dengan visual modern, mulai dari detail ukiran khas Bali hingga latar istana megah, sehingga animasinya terlihat menarik dan unik.

Baca juga: Fakta di Balik Film Animasi Merah Putih One For All yang Ramai Dikritik Netizen

Secara garis besar, Ikan Mas Tur Dedari bercerita tentang seorang gadis bernama Saras yang mencari kebenaran tentang ibunya yang hilang, ditemani seekor ikan mas.

Gung Adhistya dan Animasi Ikan Mas Tur Dedari, Gabungkan Budaya Tradisional dengan Visual Modern
Hasil karya animasi Gung Adhistya yang berjudul Ikan Mas Tur Dedari. Foto: dok. Ekraf.

Lewat animasi ini, Adhistya menyampaikan pesan moral hangat tentang hubungan keluarga, khususnya antara anak dan orang tua.

“Secara personal karya ini sebenarnya adalah rasa terima kasih saya juga untuk Ibu dan Ayah saya,” kata Adhistya, seperti ditulis detikbali.

Baca juga: Sinopsis Superman 2025, Awal Baru Clark Kent di Reboot DC Universe

Ikan Mas Tur Dedari bukan proyek pertama Adhistya. Sebelumnya, ia pernah membuat animasi 3 Biji Matahari untuk tugas kuliah praktik animasi 2D.

Saat magang di Bonbin Studio, ia juga ikut mengerjakan proyek animasi Lebaran, dengan peran ganda sebagai animator dan sutradara.

Keberhasilan animasi ini menunjukkan potensi besar industri kreatif Indonesia dan talenta muda yang inovatif.

Gung Adhistya berharap karyanya dapat memotivasi generasi muda untuk berkarya dan memperkenalkan budaya daerah melalui media modern.(*)

Editor: Brp

Pos terkait