Medianesia.id, Tanjungpinang – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, terus memacu perluasan kerja sama investasi dengan Tiongkok sebagai bagian dari strategi besar mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Sejumlah sektor unggulan Kepri mulai dari migas Blok Natuna, perikanan, pariwisata, hingga industri manufaktur menjadi fokus penawaran yang dinilai mampu menarik investasi bernilai besar.
Ansar mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) menginginkan Kepri untuk menjadi mitra strategis industri Tiongkok sekaligus memperkuat kerja sama ekonomi yang selama ini sudah terbangun.
Terlebih, kata dia Migas di Blok Natuna memiliki potensi yang sangat besar.
“Baik itu dari sisi cadangan Migas, maupun prospek eksplorasi jangka panjang, namun sektor ini membutuhkan dukungan teknologi tinggi dan investasi yang cukup besar,” kata Gubernur Ansar, belum lama ini.
Baca juga: Wagub Nyanyang Tekankan Sinergi Pemerintah–Dunia Usaha untuk Dongkrak Ekonomi Kepri
Sehingga, Ansar berharap kedepannya investor asal Tiongkok dapat berinvestasi dalam pengembangan migas di Kepri tersebut.
Selain itu, menurutnya sektor perikanan juga memiliki potensi yang luar biasa.

Hasil laut seperti ikan tuna, cakalang, dan kerapu menjadi komoditas unggulan ekspor yang dapat dikembangkan melalui kerja sama investasi dan transfer teknologi pengolahan hasil laut.
“Jadi kita membuka peluang kerja sama di bidang perikanan tangkap maupun industri hilir perikanan, karena potensi laut Kepri sangat besar dan bisa menjadi penggerak ekonomi,” tambah Ansar.
Sementara pada sektor pariwisata, Gubernur Ansar juga menjelaskan soal adanya kebijakan bebas Visa on Arrival (VoA) bagi wisatawan Tiongkok yang memberikan manfaat besar dalam memperkuat hubungan pariwisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Bebas VoA akan mempermudah pergerakan wisatawan antarnegara.
Baca juga: Gubernur Ansar Tetapkan Kepri sebagai Provinsi Bershalawat
Ia menilai wisatawan asal Tiongkok sangat memiliki potensi yang besar dan bisa mendukung sektor pariwisata di Kepri. Terlebih letak geografis Kepri dekat dengan hub internasional seperti Singapura dan Johor.
Selain itu, Ansar juga mengakui memiliki keinginan agar Kepri dapat menjalin hubungan sister city dengan kawasan industri di Tiongkok, khususnya Nansha Industrial Zone, sehingga tercipta ekosistem industri besar yang saling menguntungkan.
“Apa yang ada di Nansha Industrial Zone bisa kita kembangkan juga di Kepri supaya menjadi sister industry city yang saling terhubung,” pungkasnya.
Gubernur Ansar menegaskan kehadiran investasi besar dari Tiongkok tidak hanya akan membuka lapangan kerja baru, tetapi juga mempercepat pembangunan, meningkatkan nilai tambah sektor unggulan, hingga memperkuat posisi Kepri sebagai pusat ekonomi di kawasan barat Indonesia.
Dengan serangkaian penawaran strategis tersebut, Pemprov Kepri optimistis dapat menarik minat investor Tiongkok untuk menanam modal dalam skala besar demi kemajuan daerah.(ADV)
Editor: Brp





