Google Chrome akan Dijual? Perplexity dan Yahoo Bersiap Ambil Kesempatan

Google Chrome akan Dijual? Perplexity dan Yahoo Bersiap Ambil Kesempatan
Google Chrome akan Dijual? Perplexity dan Yahoo Bersiap Ambil Kesempatan. Foto: Pexels.

Medianesia.id, Batam – Peramban milik Google, Chrome, kini tengah menjadi perbincangan setelah muncul ancaman sanksi akibat kasus monopoli yang menjerat perusahaan teknologi raksasa asal California, Amerika Serikat tersebut.

Browser dengan jumlah pengguna terbanyak di dunia ini terancam harus dipisahkan dari Google, yang jika terjadi, membuka peluang bagi perusahaan lain untuk mengambil alih.

Sejumlah perusahaan teknologi besar sudah mulai menunjukkan minat mereka untuk mengakuisisi Chrome.

Salah satu yang pertama kali mengungkapkan ketertarikan adalah OpenAI, pembuat ChatGPT. Kini, giliran Perplexity dan Yahoo yang turut menyatakan kesiapannya untuk membeli browser ikonik ini, apabila Google diwajibkan untuk melepasnya.

Pernyataan ini diungkapkan oleh Dmitry Shevelenko, Chief Business Officer Perplexity, dan Brian Provost, General Manager Yahoo Search, yang memberikan kesaksian dalam sidang anti-monopoli terhadap Google.

Keduanya hadir untuk memberikan testimoni mengenai dominasi Google di pasar pencarian online melalui browser Chrome.

Dmitry Shevelenko menyatakan bahwa Perplexity, sebagai salah satu perusahaan AI pesaing ChatGPT, siap mengambil alih Google Chrome jika perusahaan asal California itu benar-benar diwajibkan untuk menjualnya.

Meski begitu, Shevelenko menegaskan bahwa mereka lebih memilih jika Google tetap mengelola Chrome, daripada menjualnya ke pihak lain seperti OpenAI.

Menurut Shevelenko, Perplexity khawatir jika perusahaan baru pemilik Chrome melakukan perubahan pada model open source Chromium atau malah menurunkan kualitas layanan browser yang telah lama digunakan oleh banyak orang di seluruh dunia.

“Kami ingin sanksi yang diterapkan tetap masuk akal. Google telah membangun produk-produk yang sangat baik dan membantu banyak pihak berinovasi. Kami tidak ingin solusi yang malah melemahkan kemampuan Google untuk terus berinovasi,” jelas Shevelenko.

Dalam kesaksiannya, Shevelenko juga menceritakan berbagai tantangan yang dihadapi oleh Perplexity dalam bersaing dengan Google, khususnya dalam ekosistem Android.

Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah kesulitan untuk mengganti Google Assistant dengan Perplexity di perangkat Android.

Menurut Shevelenko, pengaturan untuk mengganti Google Assistant dengan Perplexity di Android adalah “jungle gym” yang rumit.

Bahkan setelah berhasil dijadikan aplikasi default, Perplexity tetap tidak sekuat Google Assistant karena pengguna harus menekan tombol untuk mengaktifkannya, alih-alih bisa menggunakan perintah suara seperti “Hey Google”.

Selain itu, Shevelenko juga menyoroti tekanan besar yang diberikan oleh Google terhadap mitra manufaktur ponsel.

Banyak produsen perangkat mobile yang enggan bekerja sama dengan Perplexity karena takut kehilangan pembagian pendapatan dari Google, yang memiliki pengaruh besar di pasar Android.

Di sisi lain, Yahoo, melalui Brian Provost, General Manager Yahoo Search, juga menyatakan ketertarikan untuk mengakuisisi Google Chrome.

Provost menyebut Chrome sebagai “pemain strategis terpenting di web” dan memperkirakan nilai akuisisinya bisa mencapai puluhan miliar dolar AS.

Yahoo, yang kini sedang berusaha membangun kembali bisnis pencariannya setelah diakuisisi oleh Apollo Global Management pada 2021, melihat kesempatan besar dalam memperoleh Chrome untuk memperkuat posisi mereka di pasar pencarian.

Dominasi Google di pasar browser dan pencarian online, permasalahan terkait kasus monopoli ini tidak hanya berdampak pada Google, tetapi juga menciptakan peluang bagi perusahaan lain seperti Perplexity dan Yahoo untuk memperluas pengaruh mereka.

Perkembangan ini akan terus mempengaruhi lanskap teknologi dan internet dalam beberapa tahun ke depan, dan kita akan melihat apakah Google benar-benar diwajibkan untuk melepas Chrome atau tetap mempertahankan kendali atas browser populernya.(*)

Editor: Brp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *