Medianesia.id, Jakarta – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) tengah melanda industri media di Indonesia. Sejumlah perusahaan media diketahui melakukan PHK massal terhadap para karyawannya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Dewan Pers, Agung Dharmajaya, menyatakan kekhawatirannya terhadap dampak dari situasi ini, khususnya terhadap kualitas jurnalistik nasional.
“Ini tentu akan mengurangi jurnalis-jurnalis yang berkualitas, yang selama ini menulis dengan menjunjung tinggi kebebasan dan memiliki tanggung jawab sosial terhadap publik,” ujar Agung, Jumat, 2 Mei 2025, dikutip dari RRI.co.id.
Agung menegaskan, perusahaan media seharusnya mencari alternatif lain selain PHK dalam upaya efisiensi. Ia menilai, efisiensi operasional sebaiknya dilakukan tanpa mengorbankan tenaga kerja yang menjadi pilar utama pemberitaan.
Ia juga mendorong perusahaan media untuk membuka ruang dialog secara terbuka dan transparan antara manajemen dan karyawan, agar tercipta pemahaman bersama mengenai kondisi aktual yang sedang dihadapi perusahaan.
“Ini bukan situasi yang menyenangkan. Justru sangat tidak kondusif. Maka harus ada dialog terbuka agar bisa mengurangi beban psikologis para karyawan,” pungkas Agung. (Ism)
Editor: Brp





