Medianesia.id, Tanjungpinang – Seluruh Fraksi DPRD Kepri menyatakan persetujuannya terhadap Pendirian Perusahaan Perseroan Daerah (BUMD) Energi Kepri.
Hadirnya BUMD Energi Kepri diharapkan dapat menjadi lokomotif peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat
Persetujuan ke-8 Fraksi DPRD Kepri tersebut disampaikan dalam rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kepri Afrizal Dachlan, Senin (15/7).
Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Lis Darmansyah, menyampaikan keyakinannya bahwa BUMD Energi Kepri mampu mengelola sumber daya energi di Kepri, baik migas maupun non-migas, untuk menjadi sumber PAD yang signifikan.
“Namun, kunci utama kesuksesan BUMD ini terletak pada pengelolaan yang efektif dan profesional oleh SDM yang kompeten di bidangnya,” tegas Lis Darmansyah.
Senada dengan Fraksi PDI-P, Fraksi PKS yang diwakili Wahyu Wahyudin juga menyatakan dukungannya terhadap Ranperda ini.
“Kami berharap BUMD Energi Kepri dapat mengelola energi di Kepri secara bertanggung jawab dan transparan,” jelas Wahyu Wahyudin.
Fraksi Nasdem, Golkar, Gerindra, PKS/PPP, dan Hanura/PAN juga menyampaikan persetujuan mereka terhadap Ranperda Pendirian BUMD Energi Kepri.
Selain itu, DPRD Kepri juga menyepakati Ranperda Penyetaraan Modal pada Perusahaan Perseroan Daerah Energi Kepri. Pemerintah daerah akan mengeluarkan modal dasar untuk pembentukan BUMD Energi Kepri sebesar Rp 20 miliar secara bertahap, dengan Rp 5 miliar dianggarkan pada tahun 2025.
Sebelumnya, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menyampaikan Ranperda ini bertujuan untuk meningkatkan PAD Kepri melalui pengelolaan migas.
“Diharapkan BUMD Energi Kepri dapat memberikan manfaat bagi peningkatan ekonomi daerah, menyediakan barang dan/atau jasa berkualitas untuk memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Ansar. (Ism)
Editor: Brp





