Ia mengatakan film tersebut merupakan bentuk edukasi bagi masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dengan cerdas pada Pemilu 2024.
“Ada saatnya kita menjadi pendukung capres-cawapres, tetapi hari ini saya ingin mengajak setiap orang untuk menonton film ini sebagai warga negara,” kata Dandhy.
Dandhy menjelaskan film tersebut digarap dalam waktu singkat, sekitar 2 minggu, dan melibatkan 20 lembaga, antara lain AJI, Bangsa Mahardika, Ekspedisi Indonesia Baru, Ekuatorial, Fraksi Rakyat Indonesia, Perludem, ICW, JATAM, Lokataru, LBH Pers, WALHI, Yayasan Kurawal, dan YLBHI.
Masyarakat diharapkan untuk menonton film tersebut secara kritis dan menggunakan hak pilihnya dengan cerdas pada Pemilu 2024. (Ism)
Editor : Brp





