Medianesia.id, Batam – Fenomena flexing atau pamer harta masih marak terjadi di bulan Ramadan.
Uniknya, kali ini banyak orang rela merogoh kocek untuk menyewa iPhone dan lanyard BUMN demi menunjukkan kekayaan dan pencapaian karir di media sosial.
Akun Instagram @rentaliphone, misalnya, menawarkan promo sewa iPhone selama Ramadan dengan harga bervariasi mulai dari Rp100 ribu hingga Rp 200 ribu.
Tak hanya itu, beberapa akun lain bahkan menyewakan lanyard BUMN, menunjukkan bahwa flexing kini tak hanya sebatas harta benda, tapi juga status sosial.
Pemegang saham Holywings, Andrew Susanto mengingatkan konsekuensi finansial serius bagi pecandu flexing.
Membeli barang mewah dengan cara mencicil atau menyewa demi pamer harta di media sosial dapat berakibat fatal pada kesehatan keuangan.
“Kalau punya uang ya mau beli gak apa-apa, yang salah itu ya kalau kamu maksain diri. Nanti, first impression orang-orang terhadap kamu jadi salah! (Orang-orang akan mengira) level (kesuksesan Anda) di sini, padahal kamu beli (barang mewah) secara maksain, kan gak cocok juga bukan?” kata Andrew.
Terjebak dalam budaya flexing dapat mendorong seseorang untuk menggunakan fasilitas pembiayaan demi mengikuti gaya hidup teman-temannya.
Hal ini dapat mengakibatkan penambahan utang, pengeluaran pasif, dan penurunan kekayaan bersih.
Flexing dengan barang sewaan bukan hanya menunjukkan gaya hidup konsumtif, tetapi juga dapat membahayakan kesehatan keuangan.
Lebih baik fokus pada pengelolaan keuangan yang sehat dan membangun kekayaan secara berkelanjutan daripada terjebak dalam budaya pamer harta yang semu.(*/Brp)
Editor: Brp





