“Ini saatnya sepakbola Turki untuk melakukan ‘reset’. Kami berada dalam periode ketika rawa harus dikeringkan, dan sepakbola Turki harus membangun kembali dirinya sendiri.”
Aksi ini tentu menimbulkan berbagai pertanyaan dan kekhawatiran tentang masa depan sepakbola Turki. Galatasaray sendiri merayakan gelar mereka dengan pesta, namun Sarı Kanaryalar tidak mengakui pertandingan tersebut.
Fenerbahce berharap aksi mereka dapat memicu perubahan dan perbaikan dalam sepakbola Turki. Mereka ingin melihat sepakbola yang adil, kompetitif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.(*/Brp)
Editor: Brp





