Medianesia.id, Tanjungpinang – Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Kepri tumbuh sebesar 7,48 persen pada triwulan III tahun 2025 secara tahunan (year-on-year), tertinggi di Sumatera dan peringkat ketiga nasional.
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menyebut capaian ini merupakan hasil dari kerja kolektif seluruh elemen mulai dari, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat yang bersama-sama menjaga momentum pertumbuhan.
“Pertumbuhan ekonomi Kepri yang mencapai 7,48 persen adalah bukti nyata sinergi kita semua. Kepri kini benar-benar menjadi permata biru ekonomi di gerbang utara Indonesia,” ujar Ansar di Tanjungpinang.
Ansar menjelaskan, Pemprov Kepri telah menyusun roadmap transformasi ekonomi bertema “Kepri Permata Biru Ekonomi Gerbang Utara Indonesia”, yang menjadi pedoman dalam membangun ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Roadmap ini dimulai dari penguatan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi (growthful economy) dengan membangun ekosistem yang sehat di berbagai kawasan strategis.
Seperti, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) di Batam, Bintan, dan Karimun.
“Kawasan-kawasan ekonomi ini menjadi engine of growth bagi Kepri. Ketika sistem ekonomi terbentuk dengan baik, dampaknya akan menetes hingga ke masyarakat,” tegas Ansar.
Baca juga: Peringatan Hari Pahlawan, Wagub Nyanyang Ingatkan Semangat Juang dan Pengabdian
Pemerintah daerah, lanjut Ansar, terus mendorong kebijakan yang memudahkan investasi. Selain insentif fiskal, pemerintah juga memperkuat dukungan non-fiskal melalui sistem pelayanan perizinan yang lebih efisien, transparan, dan inklusif.
“Kami pastikan pelayanan investasi di Kepri berjalan dengan SOP yang jelas dan cepat. Tujuannya, agar dunia usaha semakin percaya menanamkan modal di sini,” tambahnya.
Disamping itu, Ansar menegaskan, Kepri tidak hanya berfokus pada pertumbuhan tinggi, tetapi juga pada pertumbuhan yang berkualitas dan merata.

“Kita ingin investasi membuka lapangan kerja, industri ramah lingkungan, dan pembangunan bisa dirasakan seluruh masyarakat, hingga ke pulau-pulau terluar,” katanya.
Pemerintah Provinsi Kepri terus memperkuat sektor industri pengolahan, infrastruktur pelabuhan, serta program elektrifikasi pulau-pulau guna memastikan konektivitas dan pemerataan pembangunan ekonomi.
Data BPS: Industri, Tambang, dan Investasi Jadi Penggerak
Menurut Kepala BPS Provinsi Kepri, Margaretha Ari Anggorowati, pertumbuhan ekonomi Kepri triwulan III-2025 didorong oleh Industri Pengolahan dengan kontribusi 2,80 persen, serta Pertambangan dan Penggalian sebesar 2,07 persen.
Baca juga: Ansar Ahmad Raih Penghargaan Kepala Daerah Inovator Ekonomi Inklusif
Dari sisi pengeluaran, komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) menjadi penyumbang tertinggi sebesar 3,75 persen, diikuti Net Ekspor 2,46 persen.
PDRB Kepri atas dasar harga berlaku (ADHB) tercatat mencapai Rp94,59 triliun, dan atas dasar harga konstan (ADHK) sebesar Rp55,68 triliun.
Secara triwulanan (q-to-q), ekonomi Kepri tumbuh 0,85 persen, sedangkan secara kumulatif (c-to-c) mencapai 6,60 persen, meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,97 persen.
Pertumbuhan pesat ini memperkuat posisi Kepri sebagai kontributor penting ekonomi Sumatera dengan sumbangan 7,07 persen terhadap total PDRB kawasan. Kepri juga menempati posisi pertama di Sumatera dari sisi laju pertumbuhan ekonomi.
Sektor Pertambangan dan Penggalian tumbuh signifikan sebesar 19,83 persen, diikuti Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (19,80 persen), serta Pengadaan Listrik dan Gas (15,63 persen).
Dari sisi pengeluaran, Net Ekspor melonjak 16,45 persen, menunjukkan daya saing industri dan perdagangan internasional Kepri yang kian menguat.
Pemerintah Provinsi Kepri terus memperkuat sektor industri pengolahan, infrastruktur pelabuhan, serta program elektrifikasi pulau-pulau guna memastikan konektivitas dan pemerataan pembangunan ekonomi.(ADV)
Editor: Brp





