Medianesia.id, Batam – Panitia Khusus (Pansus) Ranperda Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Daerah DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) ke Kantor SAR dan BMKG Kota Batam, Rabu (3/4).
Tujuan Rakor ini adalah untuk mendapatkan masukan dari SAR dan BMKG terkait pemetaan risiko bencana di Kepri. Masukan ini akan memperkaya rancangan Perda Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Daerah agar dapat menjawab situasi dan kondisi terkini.
Menurut Ketua Pansus Wahyu Wahyudin, berdasarkan data BMKG, selama satu tahun di Kepri terdapat dua musim, yaitu musim kemarau (Januari-Mei) dan musim hujan (Juni-Desember). Kedua musim ini berpotensi menimbulkan berbagai bencana di wilayah Kepri.
Berdasarkan data 5 tahun terakhir, wilayah di Kepri yang paling rawan terjadi bencana, di antaranya, Serasan dan Tarempa rawan longsor karena berada di wilayah pergunungan.
Lalu, Tanjungpinang dan Karimun rawan banjir rob saat musim hujan dan air pasang tinggi. Dan, Bintan rawan kebakaran hutan saat musim kemarau dan cuaca panas.
Sementara itu, BMKG Kepri menyampaikan bahwa pihaknya secara rutin memberikan informasi cuaca kepada masyarakat, pemerintah, dan para nelayan melalui grup WhatsApp.
Selain itu, BMKG memiliki aplikasi Info BMKG yang selalu diperbarui sesuai wilayah yang diakses. Di beberapa pelabuhan di Kepri, dipasang informasi cuaca agar masyarakat mengetahui kondisi cuaca terkini.
Setelah Rakor dengan BMKG, Pansus melanjutkan Rakor dengan KN SAR Purworejo 101. Dari Rakor ini, Pansus mengetahui bahwa wilayah kerja KN SAR Purworejo meliputi Batam, Tanjungpinang, Tanjung Balai Karimun, dan Lingga.
Pansus juga menanyakan tentang fasilitas yang dimiliki KN SAR Purworejo untuk menunjang pelaksanaan tugas, serta tugas dan fungsi KN SAR Purworejo 101 dalam pelayanan SAR. Tugas dan fungsi tersebut termasuk pelaksanaan operasi SAR laut seperti evakuasi korban kecelakaan kapal, pelaksanaan medis di laut, dan tugas SAR di laut lainnya.
Pemetaan risiko bencana merupakan langkah penting dalam penanggulangan bencana. Dengan mengetahui wilayah mana yang paling rawan bencana, pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dapat mengambil langkah-langkah antisipasi dan mitigasi yang tepat.
Upaya penanggulangan bencana di Kepri diharapkan dapat meminimalkan risiko korban jiwa dan harta benda akibat bencana alam.
Editor: Brp





