Medianesia.id, Batam – Bank Indonesia (BI) Kepulauan Riau (Kepri) dan Komisi II DPRD Kepri mengadakan rapat koordinasi untuk membahas akselerasi potensi pertumbuhan ekonomi Kepri tahun 2024.
Meskipun ekonomi Kepri tumbuh positif, namun masih terdapat ketimpangan yang perlu diatasi, salah satunya distribusi ekonomi yang belum merata.
Ketua Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin, mengatakan ketimpangan ekonomi masih menjadi sorotan utama.
“Pertumbuhan ekonomi di Kepri cukup baik, tetapi di masyarakat masih ada ketimpangan,” kata Wahyu.
Wahyu berharap seluruh stakeholder dapat bekerja sama untuk mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Anggota Komisi II DPRD Kepri, Asmin Patros, mengapresiasi upaya BI dalam melakukan pembinaan terhadap UMKM.
“Kepri salah satu yang terbaik dalam hal TPID dibandingkan dengan beberapa daerah lain,” ungkap Asmin.
Kepala BI Kepri, Suryono, memperkirakan potensi pertumbuhan ekonomi Kepri pada tahun 2024 mencapai 5 hingga 5,8 persen.
“Pertumbuhan ekonomi ini didorong oleh konsumsi, industri pengolahan, dan keberhasilan program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP),” kata Suryono.
Suryono juga mengatakan bahwa BI Kepri fokus pada pengembangan sistem pembayaran digital dan UMKM.
“Kami terus mendorong UMKM naik kelas dan ekspansi melalui go digital,” kata Suryono.
BI Kepri berkomitmen untuk bersinergi dengan semua pihak untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kepri yang merata dan berkeadilan. (Ism)
Editor: Brp





