Medianesia.id, Batam – Mantan Presiden Amerika dan calon dari Partai Republik, Donald Trump, mengalami penembakan saat kampanye di Butler, Pennsylvania, pada Sabtu waktu setempat.
Menurut Juru Bicara Dinas Rahasia Amerika Serikat, Anthony Guglielmi, yang menyampaikan melalui platform X, Trump saat ini dalam kondisi selamat.
Identitas pelaku penembakan belum diketahui, namun setidaknya satu peserta kampanye dan tersangka penembak tewas dalam insiden tersebut.
Baca juga: FBI Identifikasi Penembak Donald Trump: Thomas Matthew Crooks
Setelah penembakan terjadi, Trump, dengan luka berdarah di telinganya, sempat mengepalkan tangan, yang disambut meriah oleh para peserta kampanye.
Presiden AS Joe Biden mengeluarkan pernyataan sesaat setelah penembakan, dalam kampanyenya di Pantai Rehoboth, Delaware. Biden, Liz Cheney, dan politisi lainnya mengutuk penembakan terhadap Trump.
Peristiwa penembakan ini dipastikan akan meningkatkan eskalasi politik dalam pemilihan presiden di Amerika.
Baca juga: Jokowi Terkejut dan Prihatin atas Penembakan Donald Trump
Dilansir dari The New York Times, survei yang dilakukan oleh University of Chicago menunjukkan bahwa saat ini terdapat peningkatan dukungan untuk melakukan kekerasan terhadap Trump.
Meningkatnya dukungan terhadap kekerasan politik di AS disebabkan oleh adanya sikap keberpihakan yang ekstrem.
Banyaknya misinformasi di media sosial, dan retorika kekerasan dari Trump dan sekutunya diperkirakan memicu penyerbuan ribuan orang ke Gedung Capitol AS pada 6 Januari 2021.(*)
Editor: Brp





