Medianesia.id, Batam – Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump secara resmi mengecualikan produk smartphone dan komputer dari kebijakan tarif impor tinggi, termasuk bea masuk 125 persen terhadap barang asal China.
Dalam pengumuman resmi yang dirilis Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (US Customs and Border Protection/CBP) pada Jumat malam waktu setempat, sejumlah perangkat elektronik dikecualikan dari tarif global 10 persen yang selama ini diberlakukan terhadap sebagian besar negara.
Produk asal China, yang semula dikenakan tarif tinggi, juga sebagian dibebaskan.
Kebijakan ini diambil menyusul desakan dari perusahaan teknologi besar AS, yang mengkhawatirkan lonjakan harga di pasar domestik akibat tingginya ketergantungan pada komponen dan produk jadi dari China.
Barang-barang yang kini bebas tarif meliputi smartphone, komputer dan laptop, semikonduktor, sel surya, serta kartu memori dan komponen elektronik lainnya.
Menurut laporan BBC pada Sabtu (12/4/2025), harga produk seperti iPhone diperkirakan bisa melonjak hingga tiga kali lipat jika tarif tetap diberlakukan.
Sebagai catatan, sekitar 80 persen iPhone yang dijual di AS diproduksi di China, sementara sisanya berasal dari India.
Apple dan Samsung telah mengambil langkah diversifikasi rantai pasok sejak beberapa tahun terakhir untuk mengurangi ketergantungan pada China.
India dan Vietnam kini menjadi pusat produksi alternatif. Bahkan, Apple dilaporkan mempercepat produksi di India menjelang pemberlakuan tarif baru.
Meski negara-negara lain diberi kelonggaran tarif hingga Juli mendatang—sebesar 10 persen saja—China tetap menjadi target utama.
Pemerintah AS menaikkan tarif impor terhadap produk asal China menjadi 145 persen, sebagai respons atas ancaman tarif balasan dari Beijing sebesar 84 persen terhadap produk asal AS.
Trump menyatakan bahwa kebijakan tarif ini adalah bagian dari strategi negosiasi untuk menekan ketimpangan dalam perdagangan global dan mendorong kembalinya industri manufaktur ke dalam negeri.
Ia menegaskan bahwa negara-negara yang tidak memberlakukan tarif balasan terhadap AS akan memperoleh keringanan.
“Setiap negara yang tidak menyerang kita secara ekonomi, akan mendapatkan perlakuan adil. Tapi China harus merasakan dampaknya hingga kita mencapai kesepakatan yang adil,” tegas Donald Trump dalam pernyataan di Gedung Putih.(*)
Editor: Brp





