Namun, saat ia membersihkan kebunnya pada Minggu (6/8) kemarin, ia kembali menemukan tulang belulang lainnya, seperti tengkorak kepala.
“Awalnya saya masa bodoh saja. Saya pikir itu tulang hewan. Namun Minggu kemarin, saya ketemu lagi, tengkorak kepala di bawah pohon pisang,” ujarnya.
Dia menerangkan, tulang belulang tersebut ditemukan terpisah-pisah sekitar 5 meter per antara satu tulang dan tulang lainnya.
Bahkan, ia sempat menemukan celana dalam warna merah, yang tidak jauh dari tempat ditemukan tulang belulang.
“Ketemunya jarak-jarak, tidak di satu tempat. Bahkan ada celana dalam warna merah, sempat saya buang di sungai. Pas polisi datang baru saya ambil lagi,” sebutnya. (Ism)
Editor : Brp





