Sebab, tak jauh dari lokasi tercemarnya sumur warga itu ada sebuah SPBU Pertamina.
“Dari pihak SPBU mengaku tidak ada masalah kebocoran. Makanya, kami juga tidak bisa sembarangan menuduh,” jelasnya.
Kendati demikian, ia melanjutkan, pihaknya akan memeriksa sampel air sumur warga yang diduga tercemar minyak ini dengan alat yang dimiliki DLH Tanjungpinang.
Selain itu, DLH juga akan mengundang sejumlah pihak terkait untuk membahas masalah tersebut.
Diketahui, sebelumnya air sumur warga di Gang Nila I Jalan Sukarno Hatta, Tanjungpinang, diduga tercemar BBM. Sumur warga yang tercemar beraroma menyengat dan berwarna biru kehitaman. Bahkan, bisa menyala jika disulut api.
Ketua RT setempat, Hendra, mengatakan saat ini ada tujuh sumur warga yang diduga tercemar BBM.





