Medianesia.id – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri, Moch Bisri mengatakan, Provinsi Kepri masih mengalami kekurangan banyak dokter spesialis.
“Saat ini, kami sedang melakukan penyusunan data dokter spesialisi yang kurang disetiap Kabupaten/Kota di Kepri,” ujar Moch Bisri, Jumat (20/01/2023) di Tanjungpinang.
Menurut Bisri, idealnya, setiap Kabupaten/Kota itu memiliki 7 dokter spesialis. Seperti penyakit dalam, anak, bedah dan anestesi.
“Sedangkan, di Provinsi membutuhkan 12 spesialis. Minimal ada 3 orang Spesialis Penyakit Dalam. RSUD RAT masih belum memenuhi standar tersebut,” jelas Bisri.
Disebutkannya, RSUD RAT Tanjungpinang yang merupakan rumah sakit milik Pemprov Kepri juga belum memiliki dokter spesialis jantung dan kanker.
“Apabila ada kasus yang membutuhkan operasi jantung, masih dirujuk ke Jakarta, Medan dan Padang. Sekarang ini, masih sebatas pasang ring saja,” jelasnya lebih lanjut.
Diungkapkan Bisri, Provinsi Kepri telah bekerjasama dengan beberapa rumah sakit seperti Harapan Kita, Cipto Mangunkusumo dan Dharmais.
Lebih lanjut katanya, kerjasama ini meliputi perawatan dan pelatihan atau coaching untuk para dokter di Kepri. Terobosan dini diharapkan dapat meningkatkan jumlah dokter spesialis yang dibutuhkan.
“Ini menjadi salah satu pekerjaan pemerintah daerah untuk mendorong lahirnya dokter-dokter spesialis, melalui program kerjasama,” tutup Bisri.*





