Dewan Kepri Ingatkan Otoritas Pelabuhan Tanjungpinang

Polisi Bidik Dugaan Korupsi di Perseroda Pelabuhan Kepri
Poliis sedang menyelidiki dugaan kasus korupsi terkait kerugian operasional BBM MV Lintas Kepri. F : Ismail

Medianesia.id , Tanjungpinang – Peristiwa terbaliknya Speedboad Evelyn Calisca 01 yang menyebabkan sejumlah nyawa melayang mendapatkan perhatian dari Legislator Komisi II DPRD Provinsi Kepri, Rudy Chua. 

Ia mengingatkan otoritas di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang untuk tertib pada ketentuan keselamatan pelayaran. 

“Kita apresiasi dengan adanya tindakan pengetatan yang dilakukan otoritas di Pelabuhan SBP Tanjungpinang sekarang ini,” ujar Rudy Chua, Minggu (30/4) di Tanjungpinang.  

Politisi Partai Hanura ini menegaskan, kebijakan ini jangan hanya sementara waktu. Meskipun harus repot, namun lebih baik dilakukan secara kontinyu. 

Baca Juga : Bapemperda DPRD Kepri Minta Perda Yang Tumpul Di Evaluasi

Peristiwa terbaliknya Speedboad Evelyn Calisca 01 ini harusnya mengingatkan kembali dengan tragedi tenggelamnya MV. Sentosa tujuan Batam-Tanjungpinang. 

“Berbedanya manives dengan jumlah rill penumpang didalam kapal menjadi persoalan mendasar. Karena butuh waktu untuk melakukan identifikasi,” tegasnya. 

Menyikapi kondisi ini, ia mengingatkan pihak Dinas Perhubungan dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) beserta operator kapal untuk lebih tertib administrasi. 

Baca Juga : Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepri Hadiri Peresmian Flyover Ramayana Tanjungpinang

Selain itu adalah mengedepankan keselamatan dalam pelayaran. Pada kondisi mudik, pasti jumlah penumpang akan banyak. Dan melebihi daya tampung kapal.

Lebih lanjut katanya, sebelum pelaksaan arus mudik, pemerintah daerah bersama otoritas pelabuhan dan pihak terkait lainnya sudah melakukan rapat. 

Kemudian membuat prediksi jumlah pemudik dari setiap pelabuhan. Sehingga bisa disiasati ketika kapasitas kapal yang tersedia masih kurang. 

“Sekali lagi, kita harapkan, tertib administrasi adalah satu keharusan. Sehingga memudahkan kerja-kerja di lapangan, ketika terjadi musibah atau peristiwa,” tutupnya. 

Penulis : Ags 

Editor : Ags

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *