Medianesia.id, Jakarta – Staf Ahli Menteri Pertanian, Suwandi, mengungkapkan ketersediaan daging sapi dan kerbau di Indonesia pada Desember 2024 mencapai 124.053 ton. Sementara kebutuhan nasional hanya 55.776 ton, sehingga terdapat surplus sebesar 68.278 ton.
“Secara keseluruhan, ketersediaan daging sapi dan kerbau pada Desember adalah 124.053 ton, sementara kebutuhan hanya 55.776 ton. Dengan demikian, masih ada surplus 68.278 ton,” ujarnya, Minggu, 29 Desember 2024.
Suwandi menyebut, sepanjang tahun 2024, stok daging sapi dan kerbau mencapai 827.946 ton, sedangkan total kebutuhan adalah 759.668 ton.
Surplus ini diperoleh dari stok awal Januari sebesar 96.756 ton, produksi dalam negeri 343.845 ton (setara 1,76 juta ekor sapi). Kemudian impor bakalan 119.682 ton (setara 440.930 ekor) dan daging sapi/kerbau impor sebanyak 267.663 ton.
Produksi dalam negeri menjadi kontributor utama, dengan kontribusi signifikan terhadap ketersediaan daging sapi.
Impor tetap diperlukan untuk menjaga keseimbangan pasokan, terutama guna memenuhi permintaan di wilayah tertentu atau kebutuhan ekspor.
Suwandi menegaskan, surplus ini mencerminkan keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan daging di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
“Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga ketahanan pangan,” tambahnya. (Ism)
Editor: Brp





