Medianesia.id, Batam – Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) hingga Mei 2024 mengalami defisit sebesar Rp 21,8 triliun, yang setara dengan 0,1% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyatakan bahwa hingga akhir Mei, keseimbangan primer masih mencatatkan surplus.
“Total anggaran kita mencatatkan defisit Rp 21,8 triliun, atau 0,1% dari PDB,” ungkap Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KITA edisi Juni 2024, Kamis (27/6/2024).
Baca juga: Penerimaan Negara dari Pajak Penghasilan Badan Anjlok 35,7 Persen
Ia mengungkapkan bahwa pada bulan Mei 2024, pemerintah mengeluarkan lebih banyak dana dibandingkan dengan pendapatan yang diperoleh dari pajak, PNBP, Bea Cukai, dan hibah.
Pengeluaran pemerintah mencapai Rp 1.145,3 triliun atau sekitar 34,4% dari pagu yang ditentukan.
Sementara itu, pendapatan negara hanya mencapai Rp 1.123,5 triliun atau sekitar 40,1% dari target. Sri Mulyani juga menyoroti adanya penurunan penerimaan negara di bulan Mei 2024.
Baca juga: Harga Emas Antam Turun Rp11.000 per Gram
Hal ini disebabkan oleh berakhirnya reli kenaikan harga komoditas sumber daya alam yang sebelumnya mendongkrak penerimaan negara.
“Meski dari segi persentase target sudah cukup baik, namun dibandingkan dengan Mei tahun lalu, ada penurunan penerimaan negara sebesar 7,1% yoy,” jelas Sri Mulyani.(*/Brp)
Editor: Brp





