Medianesia.id, Tanjungpinang – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Tanjungpinang menunjukkan tren peningkatan selama tiga bulan terakhir.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P3KB) Tanjungpinang, hingga Juni 2024 terdapat 76 kasus DBD terkonfirmasi dan 1 orang meninggal dunia.
Sementara, sesuai data statistik tahun 2023-2024, Kelurahan Batu IX menjadi wilayah dengan kasus DBD tertinggi, mencapai 39 persen dari total kasus di seluruh kelurahan se-Kota Tanjungpinang.
“Bulan April, Mei, dan Juni memang periode kasus DBD cenderung meningkat,” ungkap Rustam, Kepala Dinkes P3KB Tanjungpinang.
Oleh karena itu,Rustam mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih intensif melakukan gerakan 3M Plus sebagai langkah pencegahan.
Di antaranya, menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas yang bisa menampung air. Serta, menambah langkah-langkah pencegahan tambahan seperti penggunaan obat nyamuk, memasang kelambu, dan memantau jentik nyamuk secara berkala.
Selain menggencarkan gerakan 3M Plus, Dinkes P3KB juga melakukan penyelidikan epidemiologi, abatisasi, dan fogging untuk menangani kasus positif DBD.
“Langkah-langkah ini sangat penting untuk memastikan penyebaran penyakit dapat terkendali secepat mungkin,” tambah Rustam.
Rustam menambahkan, data menunjukkan kasus DBD didominasi oleh anak-anak, meskipun orang dewasa juga berisiko terjangkit.
“Berdasarkan sebaran usia, sebagian besar penderita DBD adalah anak-anak di bawah 18 tahun. Namun, ada juga penderita dewasa,” imbuh Rustam. (Ism)
Editor Brp





