Medianesia, Bintan – Di tengah meningkatnya minat wirausahawan muda pada sektor teknologi dan industri kreatif, George Santos memilih jalur berbeda.
Melalui Solid Holding, pengusaha kelahiran 1995 ini mengembangkan kelompok usaha yang bergerak di industri berat, termasuk pertambangan, pelayaran, investasi, dan hilirisasi alumina.
Solid Holding dibentuk secara bertahap hingga memiliki sejumlah anak perusahaan yang beroperasi di sektor strategis.
Baca juga: 500 Perempuan Pelaku Usaha Mikro di Kepri Dapat Pelatihan Manajemen Usaha
Santos menyatakan bahwa pengembangan usaha tersebut dilakukan dengan fokus pada keberlanjutan jangka panjang, bukan semata-mata pencapaian keuntungan.
“Bagi saya, bisnis bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga tentang bagaimana menciptakan dampak jangka panjang,” ujarnya.
Dalam pengelolaan perusahaan, Santos menerapkan lima prinsip dasar yang disebutnya sebagai SOLID, yakni Safety, Open mindedness, Loyalty, Integrity, dan Discipline.
Baca juga: Stand Dekranasda Tanjungpinang Raih Juara Terbaik di Dekra Fest Kepri 2025
Prinsip ini menjadi pedoman bagi seluruh unit usaha dalam menjalankan kegiatan operasional dan pengambilan keputusan.
“Prinsip-prinsip ini saya pegang erat, baik dalam bisnis maupun kehidupan pribadi,” katanya.
Pendekatan berbasis nilai tersebut turut memperkuat posisi Solid Holding di pasar domestik dan internasional.
George Santos menyatakan bahwa konsistensi penerapan nilai dan keberanian mengambil langkah strategis menjadi faktor penting dalam mengembangkan bisnis di sektor yang selama ini didominasi generasi pendahulu.(*)
Editor: Brp





