Dari Anggrek hingga Ikan, Peneliti BRIN Temukan 51 Spesies Baru

Dari Anggrek hingga Ikan, Peneliti BRIN Temukan 51 Spesies Baru
Ilustrasi. Peneliti dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi (PRBE) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil mengidentifikasi 51 spesies baru sepanjang 2025. Foto: Pixabay.

Medianesia, Batam – Peneliti dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi (PRBE) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil mengidentifikasi 51 spesies baru sepanjang 2025.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 49 spesies ditemukan di Indonesia, sementara satu spesies mikroalga berasal dari Kaledonia Baru dan satu spesies krustasea ditemukan di Vietnam.

Temuan ini menambah data keanekaragaman hayati nasional sekaligus menjadi rujukan bagi pengembangan riset biosistematika di Indonesia.

Baca juga: iPhone 18 Pro Max Disebut Bawa Perubahan Desain dan Kamera pada 2026

Seluruh spesies baru tersebut telah dipublikasikan dalam berbagai jurnal ilmiah internasional sepanjang 2025.

Spesies yang ditemukan meliputi beragam kelompok organisme, mulai dari serangga, ikan, amfibi, reptil, moluska, hingga tumbuhan berbunga dan anggrek. Spesimen dikumpulkan dari berbagai wilayah di Indonesia, antara lain Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Temuan Spesies Flora

Sebanyak 16 spesies flora baru berhasil diidentifikasi. Beberapa di antaranya adalah Chiloschista tjiasmantoi, Homalomena adei, Begonia antoi, Syzygium halmaherense, Dendrobium siculiforme, dan Bulbophyllum ewamiyiuu.

Baca juga: Xiaomi Resmi Rilis Redmi Note 15 Series, Ini Spesifikasi dan Harganya di Indonesia

Selain itu, ditemukan pula sejumlah spesies dari genus Homalomena dan Begonia yang memperkaya data tumbuhan endemik Indonesia.

Temuan Spesies Fauna

Untuk kelompok fauna, peneliti mencatat penemuan 32 spesies baru yang berasal dari berbagai kelompok, termasuk ikan, amfibi, reptil, serangga, hingga mamalia kecil.

Beberapa di antaranya adalah Rhacophorus boeadii, Cyrtodactylus pecelmadiun, Limnonectes nusantara, Bathynomus vaderi, Betta iaspis, Betta mulyadi, serta Rattus radityaniae.

Baca juga: Indonesia Blokir Sementara Grok, Tegaskan Larangan Deepfake Seksual Berbasis AI

Sejumlah spesies ikan air tawar dan laut, termasuk dari genus Oryzias, Stiphodon, dan Johnius, juga menjadi bagian dari temuan baru tersebut.

Spesies Mikroba Baru

Selain flora dan fauna, peneliti juga mengungkap tiga spesies mikroba baru, yaitu Morchella rinjaniensis, Peterkaempfera podocarpi, dan Haslea berepwari.

Temuan ini menambah informasi penting terkait keanekaragaman mikroorganisme yang masih relatif minim diteliti.

Sebagian besar spesies yang ditemukan merupakan spesies endemik yang hanya dijumpai di lokasi tertentu.

Baca juga: ASN Wajib Tahu, Ini Fungsi dan Cara Kerja eKinerja BKN

Kondisi ini menjadikan temuan tersebut memiliki nilai dalam mendukung upaya konservasi dan perlindungan keanekaragaman hayati Indonesia.

Kepala PRBE BRIN Arif Nurkanto menyampaikan bahwa Indonesia masih menyimpan potensi keanekaragaman hayati yang besar dan belum sepenuhnya terungkap.

“Puluhan temuan spesies baru flora, fauna, dan mikroba sepanjang 2025 menunjukkan pentingnya riset, ekspedisi, dan upaya konservasi sumber daya hayati, terutama di tengah ancaman kepunahan,” kata Arif.(*)

Editor: Brp

Pos terkait