Medianesia.id, Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) semakin serius merealisasikan rencana pinjaman dana segar untuk membiayai sejumlah proyek infrastruktur strategis.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri, Adi Prihantara, mengatakan pihaknya telah menjajaki dua calon pemberi pinjaman, yakni PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dan Bank Riau Kepri Syariah.
“Opsinya ada dua, PT SMI atau Bank Riau Kepri Syariah. Keduanya sudah kami jajaki,” ujar Adi di Tanjungpinang, Rabu, 13 Agustus 2025.
Saat ini, Pemprov tengah menyiapkan skema pembayaran cicilan pinjaman tersebut. Salah satu opsi yang disiapkan adalah memanfaatkan keuntungan Participating Interest (PI) 10 persen dari pengelolaan wilayah kerja minyak dan gas bumi (migas) di Kepri.
“Pola pengembalian ini yang sedang kami siapkan. Karena PI baru bisa diambil tahun 2028,” jelasnya.
Menurut Adi, sesuai arahan Gubernur, dana hasil pinjaman akan dialokasikan untuk membiayai proyek infrastruktur besar.
Termasuk, pembangunan jalan layang atau flyover di Kilometer 7 Tanjungpinang serta proyek strategis lainnya di kabupaten/kota se-Kepri.
“Mengenai nilai pinjaman, belum kita putuskan. Saat ini fokus pada pola pengembaliannya dulu,” pungkas Adi.(Ism)
Editor: Brp





