Medianesia.id, Palembang – Seorang Dokter bernama Dokter Hardi Dermawan menjadi perantara dari keluarga pengusaha Almarhum Akidi Tio, berupa pemberian bantuan sebesar Rp 2 Triliun. Bantuan ini disalurkan untuk penanganan kasus Covid-19 di Sumatera Selatan.
Dokter Hardi bercerita, bahwa ia adalah dokter keluarga dari pengusaha Akidi Tio sejak 36 tahun silam. Hardi menjadi dokter keluarga turun temurun dari anak, cucu hingga cicitnya.
“Saya sebetulnya adalah dokter keluarga dari Pak Akidi, sudah 36 tahun. Ya kalau dengan menantu, anak cicit itu sudah 48 tahun,” terang Hardi kepada wartawan, Selasa (27/7/2021).
Kala itu, Hardi dihubungi oleh pihak keluarga secara tiba-tiba. Ia mengira keluarga Akidi menghubunginya karena ingin berobat, ternyata keluarga Akidi menyebut akan memberikan kejutan dengan memberikan bantuan sebesar Rp 2 Triliun.
“Biasa mereka berobat, beberapa hari lalu menghubungi. Kasih suprise mau bantu dana pengendalian COVID dan kesehatan di Palembang dan Sumatera Selatan,” ujar Hardi.
Sesuai nama Akidi, Hari menyebut latar belakang bantuan ini diberikan sesuai arti namanya. Nama Akidi berarti keyakinan yang akan terus menebarkan kebaikan.
“Pak Akidi itu sesuai nama, artinya adalah keyakinan. Maka dia berpesan sama anak, menantu cucu, cicit ‘kalau kamu berhasil dalam usaha apapun juga. Jangan lupa kamu sisihkan untuk orang miskin, orang dalam kesulitan’, itu pesan beliau,” terang Hardi mengingat pesan Akidi.
Disaat Pandemi Covid-19 ini, bantuan sangat berarti bagi masyarakat. Banyak masyarakat yang kesusahan dan membutuhkan bantuan sosial.
“Pandemi ini sudah jelas sekali. Sebelum pandemi juga mereka sudah membantu panti jompo dan makan untuk isolasi, tapi memang tidak dipublikasi,” katanya.
Ia kemudian menyerahkan semua bantuan Rp 2 triliun untuk dimanfaatkan dengan baik oleh Kapolda, Irjen Eko Indra Heri. Ia yakin amanah tersebut akan disalurkan kepada masyarakat.
“Bantuan itu tergantung Irjen Eko untuk apa, ini amanah beliau untuk penanganan COVID ini. Kan banyak sekali (kebutuhan), intinya untuk bantuan dari hulu sampai ke hilir,” katanya.
(dtk/Rara)





