Medianesia.id, Tanjungpinang – Harga daging segar di Tanjungpinang dipredikasi akan tembus dengan harga Rp 200 ribu per kilogram menjelang perayaan lebaran. Prediksi kenaikan harga tersebut menipisnya ketersediaan sapi potong di Tanjungpinang saat ini.
Ketua Persatuan Pedagang Peternak Sapi dan Kambing Tanjungpinang-Bintan, Thamrin, mengaakui memang beberpa hari ini ada 25 ekor sapi dari Anambas dan sekitar 600 ekor dari Nusa Tenggara Timur (NTT) tiba di Tanjungpinang.
Namun, ratusan sapi tersebut bukan untuk memenuhi kebutuhan idul fitri, melainkan untuk dipotong saat perayaan haru raya Idul adha.
“Bisa saja dipotong sekarang, tapi harganya lebih melambung hingga Rp 300 per kilo. Sebab, sapi yang baru datang masih muda, dan perlu dipelihara terlebih dahulu,” ungkapnya, Kamis (13/4).
Baca juga : Jelang Ramadan, Warga Keluhkan Harga Daging dan Bumbu Masak di Tanjungpinang Naik
Saat ini saja, lanjut Thamrin, dirinya hanya memiliki 34 ekor sapi di peternakannya. Dari jumlah tersebut, dirinya hanya akan memotong 17 ekor sapi dengan total daging sekitar 1,5 ton menjelang lebaran. Jumlah itu masih sangat kurang, sebab biasanya pedagang butuh sekitar 9,5 ton daging segar.
“Biasanya saya H-7 sampai H-1 lebaran saya butuh sekitar 9,5 ton daging segar, yang ada sekarang hanya 1,5 ton,” sebut Thamrin.
Selain itu, saat ini harga daging segar di pasaran sudah mencapai harga Rp 180 ribu per kilogram. Sementara, harga daging beku Rp 130 ribu per kilogram.
Menurutnya, harga tersebut akan terus mengalami kenaikan hingga H-1 Idul Fitri dan menyentuh harga Rp 200 ribu per kilogram.
“Kalau harga daging beku jenis sapi, mentok naik Rp 140 ribu. Kalau daging segar Rp 200 per kilogram,” sebutnya.
Penulis : Ism
Editor : Brp





