Medianesia.id, Batam – Prakiraan cuaca Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Jumat, 7 November 2025, secara umum didominasi berawan dengan potensi hujan berintensitas ringan hingga sedang di sejumlah daerah.
BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam menjelaskan, kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh kelembapan udara yang relatif tinggi, sehingga mendukung pertumbuhan awan-awan hujan di beberapa wilayah Kepri.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan hujan lokal yang dapat disertai petir atau kilat serta angin kencang, terutama di wilayah Kota Batam, Kabupaten Lingga, Kabupaten Karimun, dan Kabupaten Anambas pada dini hari.
Berikut prakiraan cuaca di tujuh kabupaten/kota di Kepri hari ini:
- Kota Batam: Pagi, siang, dan malam berawan tebal, dini hari hujan ringan. Suhu udara 25–31°C, angin dari arah Selatan 4–13 km/jam.
- Kota Tanjungpinang: Sepanjang hari berawan tebal. Suhu udara 25–30°C, angin dari arah Selatan 2–14 km/jam.
- Kabupaten Bintan: Sepanjang hari berawan tebal. Suhu udara 26–31°C, angin dari arah Selatan 2–11 km/jam.
- Kabupaten Karimun: Pagi hingga malam berawan tebal, dini hari hujan ringan. Suhu udara 26–31°C, angin dari arah Barat Daya 1–12 km/jam.
- Kabupaten Lingga: Pagi hujan ringan, siang hingga dini hari berawan tebal. Suhu udara 26–29°C, angin dari arah Barat Daya 2–10 km/jam.
- Kabupaten Natuna: Pagi berawan tebal, siang hujan ringan, malam hujan sedang, dini hari cuaca kabur. Suhu udara 25–30°C, angin dari arah Selatan 2–12 km/jam.
- Kabupaten Anambas: Pagi berawan tebal, siang hujan ringan, malam berawan tebal, dini hari hujan ringan. Suhu udara 25–28°C, angin dari arah Barat Daya 6–16 km/jam.
Untuk prakiraan cuaca maritim, BMKG melaporkan ketinggian gelombang di perairan Karimun, Batam, Lingga, dan Bintan berada pada kategori rendah (0,5–1,5 meter), sedangkan Natuna dan Anambas berada pada kategori sedang (1,25–2,5 meter).
Demikian laporan prakiraan cuaca Kepri 7 November 2025. Masyarakat terutama nelayan dan pengguna transportasi laut diimbau agar tetap berhati-hati terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara mendadak di wilayah perairan terbuka.(Ism)
Editor: Brp





