Medianesia.id, Batam – Cuaca Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Rabu, 5 Novemver 2025, diprakirakan secara umum berawan dan berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam menjelaskan, kondisi cuaca hari ini dipengaruhi oleh stabilitas atmosfer lapisan atas yang bersifat labil serta kelembapan udara yang cukup tinggi, yang mendukung pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Kepri.
Sebagai langkah antisipasi, BMKG memberikan peringatan dini agar masyarakat waspada terhadap potensi hujan lokal yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Kabupaten Lingga, Karimun, Anambas, dan Natuna.
Berikut prakiraan cuaca tujuh kabupaten/kota di Kepri:
• Batam: Pagi hujan ringan, siang berawan tebal, malam hujan ringan, dini hari berawan tebal. Suhu 25–30°C, angin dari Barat Daya 3–10 km/jam.
• Tanjungpinang: Pagi hujan ringan, siang dan malam berawan tebal, dini hari hujan ringan. Suhu 25–29°C, angin dari Barat Daya 6–20 km/jam.
• Bintan: Pagi hujan ringan, siang dan malam berawan tebal, dini hari hujan ringan. Suhu 24–30°C, angin dari Barat Daya 3–15 km/jam.
• Karimun: Pagi dan siang berawan tebal, malam hujan ringan, dini hari berawan. Suhu 25–29°C, angin dari Barat Daya 8–18 km/jam.
• Lingga: Pagi, siang, dan malam hujan ringan, dini hari berawan tebal. Suhu 25–29°C, angin dari Barat Daya 3–20 km/jam.
• Natuna: Pagi dan siang hujan ringan, malam berawan tebal, dini hari hujan ringan. Suhu 24–28°C, angin dari Barat Daya 8–26 km/jam.
• Anambas: Sepanjang hari hujan ringan. Suhu 25–28°C, angin dari Selatan 7–21 km/jam.
Sementara itu, untuk prakiraan cuaca maritim, BMKG menginformasikan ketinggian gelombang laut di wilayah Bintan berada dalam kategori rendah (0,5–1,5 meter), sedangkan di Karimun, Batam, Lingga, Natuna, dan Anambas tergolong sedang (1,25–2,5 meter).
Demikian laporan prakiraan cuaca Kepri 5 November 2025. Masyarakat terutama nelayan dan pengguna transportasi laut diimbau agar tetap berhati-hati terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara mendadak di wilayah perairan terbuka.(Ism)
Editor: Brp





