Medianesia.id, Batam – Cuaca Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Kamis, 30 Oktober 2025, diprakirakan secara umum cerah berawan hingga berawan. Meski demikian, masih terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sejumlah wilayah.
BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam menjelaskan, kondisi ini dipengaruhi oleh nilai kelembapan udara lapisan atas yang relatif rendah di sekitar Kepri.
Faktor tersebut membuat pembentukan awan hujan terbatas, meski peluang hujan lokal masih tetap ada.
Berikut prakiraan cuaca di tujuh kabupaten/kota di Kepri:
• Kota Batam: Pagi cerah berawan, siang hingga dini hari berawan. Suhu udara 25–32°C, angin bertiup dari arah Selatan berkecepatan 3–13 km/jam.
• Kota Tanjungpinang: Pagi cerah berawan, siang dan malam berawan, dini hari berawan tebal. Suhu udara 25–32°C, angin dari arah Selatan 4–14 km/jam.
• Kabupaten Bintan: Pagi cerah berawan, siang hingga dini hari berawan. Suhu udara 25–32°C, angin dari arah Selatan 3–15 km/jam.
• Kabupaten Karimun: Pagi berawan tebal, siang dan malam berawan, dini hari kembali berawan tebal. Suhu udara 25–32°C, angin dari arah Barat 3–12 km/jam.
• Kabupaten Lingga: Pagi cerah berawan, siang dan malam berawan, dini hari berawan tebal. Suhu udara 25–32°C, angin dari arah Timur 6–16 km/jam.
• Kabupaten Natuna: Pagi cerah berawan, siang berpotensi hujan ringan, malam berawan tebal, dini hari berawan. Suhu udara 25–32°C, angin dari arah Selatan 6–18 km/jam.
• Kabupaten Anambas: Pagi cerah berawan, siang berpotensi hujan ringan, malam berawan tebal, dini hari berawan. Suhu udara 25–32°C, angin dari arah Selatan.
Untuk kondisi maritim, BMKG memperkirakan ketinggian gelombang laut di perairan Karimun, Bintan, Natuna, dan Anambas berada pada kategori rendah (0,5–1,5 meter), Lingga masuk kategori sedang (1,25–2,5 meter), sementara Batam tergolong tenang (0,1–0,5 meter).
Demikian cuaca wilayah Kepri 30 Oktober 2025, BMKG mengimbau masyarakat terutama nelayan dan pengguna transportasi laut, agar tetap berhati-hati terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara mendadak di wilayah perairan terbuka.(Ism)
Editor: Brp





