Medianesia.id, Batam – Wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) diimbau agar mewaspadai kondisi cuaca ekstrem pada Jumat, 28 November 2025.
BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mengimbau masyarakat mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir.
BMKG menyebutkan, potensi hujan tersebut diperkirakan terjadi pada siang hingga malam hari di wilayah Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, dan Kabupaten Anambas.
Kondisi ini dipengaruhi oleh keberadaan Siklon Tropis Senyar di Selat Malaka, yang memicu perlambatan massa udara melalui daerah konvergensi di sekitar Kepri.
Sementara itu, kelembapan udara lapisan atas yang cenderung basah semakin meningkatkan peluang terbentuknya awan-awan konvektif pemicu hujan.
Berikut prakiraan cuaca tujuh kabupaten/kota di Kepri:
Kota Batam
Sepanjang hari berpotensi hujan ringan.
Suhu 25–31°C, angin Barat Daya 9–17 km/jam.
Kota Tanjungpinang
Pagi hujan ringan, siang hujan sedang, malam–dini hari hujan ringan.
Suhu 25–31°C, angin Barat Daya 7–12 km/jam.
Kabupaten Bintan
Pagi hujan ringan, siang hujan sedang, malam–dini hari hujan ringan.
Suhu 25–31°C, angin Barat Daya 7–12 km/jam.
Kabupaten Karimun
Pagi hujan ringan, siang hujan sedang, malam hujan ringan, dini hari berawan.
Suhu 25–31°C, angin Barat Daya 12–17 km/jam.
Kabupaten Natuna
Pagi hujan ringan, siang dan malam hujan sedang, dini hari hujan ringan.
Suhu 25–31°C, angin Barat Daya 4–12 km/jam.
Kabupaten Anambas
Pagi hujan ringan, siang dan malam hujan sedang, dini hari hujan ringan.
Suhu 25–31°C, angin Selatan 10–27 km/jam.
Selain itu, BMKG juga memperingatkan kondisi gelombang laut di perairan di wilayah Karimun, Batam, Lingga, dan Bintan dalam kategori sedang (1,25-2,5 meter), kemudian Natuna serta Anambas dalam kategori tinggi (2,5-4,0 meter).
Demikian laporan prakiraan cuaca Kepri 28 November 2025. Masyarakat terutama nelayan dan pengguna transportasi laut diimbau agar tetap berhati-hati terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara mendadak di wilayah perairan terbuka.(Ism)
Editor: Brp





