Kepala Seksi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli KSOP Tanjungpinang, Topan Wisnu Chandra, menyampaikan penundaan keberangkatan KM Sabuk Nusantara 48 ini disebabkan gelombang laut tinggi.
Bahkan di perairan Natuna dan Anambas, ketinggian gelombang mencapai tujuh meter.
Apalagi rute pelayaran dari Tanjungpinang menuju Tambelan menempuh laut lepas, dengan rute perjalanan sekitar 20 jam.
“Kami pastikan terus berkoordinasi dengan BMKG terkait kondisi cuaca terbaru. Kalau memang ekstrem, keberangkatan kapal antarpulau akan ditunda sampai cuaca membaik,” imbuhnya. (Ism)
Editor : Brp





