“Kalau sesuai jadwal saat itu, KMP BN 01 seharusnya tiba pukul 08.00 WIB. Karena cuaca ekstrem sampai di Tanjung Uban pukul 23.00 WIB malam,” jelasnya.
Berbekal kejadian tersebut, maka ASDP Tanjunguban menunda keberangkatan kapal RoRo tersebut karena sangat beresiko.
Dengan adanya penundaan ini, membuat jadwal pelayanan keberangkatan berubah. Namun pihaknya akan menginformasikan perubahan jadwal secepatnya.
“Ada perubahan keberangkatan, nanti akan di informasikan ke seluruh pengguna jasa,” katanya.
Sukma menambahkan, berdasarkan laporan BMKG kawasan perairan Natuna sampai Sambas Kalimantan Barat dilanda ombak tinggi dan angin kencang.
ASDP Tanjunguban akan terus memantau perkembangan cuaca. Apabila cuaca kembali normal maka kapal akan kembali diberangkatkan.





