BUP BP Batam Berupaya Tekan Tarif Logistik di Pelabuhan

Medianesia.id, Batam – Batam sebagai kota industri, sangat membutuhkan pelayanan moda transportasi dan logistik yang memadai untuk menunjang proses impor dan ekspor barang.

Di Batam sendiri, Pelabuhan Batu Ampar kini menjadi pelabuhan yang paling diandalkan dalam mengakomodir kegiatan bongkar muat tersebut.

Pelabuhan ini, turut dikelola oleh Badan Usaha Pelabuhan Badan Pengusahaan (BUP BP) Batam.

Kepala BUP BP Batam, Dendi Gustinandar menyampaikan, saat ini pihaknya sebagai pengelola pelabuhan tengah mengupayakan bagaimana agar biaya logistik di pelabuhan Batam ini dapat dibebankan seminimal mungkin kepada pelaku usaha.

“Cost logistic saat ini memang relatif masih mahal, yakni di angka 23 persen,” jelas Dendi.

Ia mengungkapkan berbagai upaya BUP BP Batam untuk menekan tarif logistik tersebut, di antaranya dengan membangun infrastruktur dan suprastruktur pelabuhan.

Berbagai proyek pembangunan dan revitalisasi Pelabuhan Batu Ampar masih akan dijalankan hingga beberapa tahun mendatang.

Di antaranya, dalam jangka menengah ini, BUP BP Batam melakukan pendalaman alur di dermaga, pembersihan dan penguatan container yard, pembenahan sistem drainase, dan masih banyak lagi.

Dendi mencontohkan, dengan kedatangan alat container crane yang sedang dipesan dari Korea Selatan ini, nantinya akan ada lebih banyak kontainer yang bisa diangkut ke dalam kapal dalam waktu satu jam.

Jika menggunakan kontainer konvensional jumlah kontainer yang bisa diangkut hanya 4-8 unit per jam, dengan container crane jumlahnya meningkat sampai 24 unit per jam.

“Ini akan meningkatkan efisiensi kita dan pada akhirnya menurunkan biaya logistik, seperti biaya kapal dan lain sebagainya,” tambah Dendi.

Pihaknya optimis Batam memiliki potensi yang cukup untuk terus berkembang dan bersaing dengan pelabuhan-pelabuhan kelas dunia. Saat ini, Pelabuhan Batu Ampar sendiri dapat menampung kurang lebih 600.000 TEUs kontainer.

Sementara, pelabuhan lainnya di Malaysia dan Singapura sudah dapat mengelola 12 juta hingga 37 juta TEUs kontainer setiap tahunnya.

Dendi menargetkan dalam beberapa tahun ke depan, secara bertahap, pelabuhan di Batam juga dapat bersaing dalam kancah logistik dunia bersama negara tetangga.

“Kita selalu punya kelebihan karena lokasi yang strategis. Sekarang intinya berproses secara bertahap, dengan berbagai pembenahan dan pembangunan infrastruktur dan fasilitas,” kata Dendi. (ilm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *