Medianesia.id, Batam – McDonalds (McD) mencatat hasil kuartal pertama yang kurang memuaskan, dengan pertumbuhan penjualan pada restoran sejenis (comparable sales) mencapai 1,9%, lebih rendah dari perkiraan analis 2,1%.
Perlambatan ini terlihat di semua segmen geografis, termasuk penurunan di pasar AS dan Timur Tengah.
Perusahaan telah memperingatkan dampak negatif dari boikot terkait perang di Timur Tengah, dan eksekutif memperkirakan pendapatan akan terus melemah selama konflik berlangsung.
Selain itu, konsumen berpenghasilan rendah di AS, basis pelanggan penting McD, juga mengalami penurunan daya beli.
McD meluncurkan menu baru seperti Bacon Cajun Ranch McCrispy dan paket di bawah USD4 untuk menarik pelanggan. Program loyalitas juga dipromosikan untuk meningkatkan kunjungan.
Saham McD turun sekitar 1,94% dalam pra-pasar New York, mencerminkan kekhawatiran investor.
Analis memprediksi bahwa diskon untuk menarik pelanggan kemungkinan akan berlanjut, menekan profitabilitas.
Meskipun penjualan sistem secara keseluruhan meningkat 3%, laju pertumbuhan yang melambat dan lanskap bisnis yang menantang menimbulkan pertanyaan tentang prospek McDonalds di paruh pertama tahun ini.(*/Brp)
Editor: Brp





