Medianesia.id, Tanjungpinang – Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak dan Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyatakan komitmennya untuk segera merealisasikan pembentukan BUMD energi migas.
Dalam pembahasan bersama DPRD Kepri, Jumaga Nadeak mengungkapkan rencana awal penyertaan modal untuk BUMD energi migas ini sebesar Rp10 miliar. Dana ini nantinya akan digunakan untuk mengelola 10 persen Participating Interest (PI) pada wilayah kerja migas di Kepri.
“Pembentukan BUMD ini penting untuk mengelola PI 10 persen migas, terutama di wilayah Natuna dan Anambas. BUMD ini diharapkan tidak hanya fokus pada PI migas, tetapi juga merambah ke bisnis lain,” jelas Jumaga.
Jumaga optimistis Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) BUMD energi migas ini dapat disahkan dalam waktu satu bulan.
“Target kami tahun ini sudah terealisasi, sehingga bisa mendongkrak PAD Kepri,” ujarnya.
Senada dengan Jumaga, Gubernur Ansar Ahmad juga menegaskan pentingnya pembentukan BUMD energi migas ini. Menurutnya, BUMD ini sejalan dengan amanat Pasal 7 PP Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD dan bertujuan untuk meningkatkan PAD Kepri.
“Pembentukan BUMD ini telah melalui kajian mendalam, termasuk analisis kelayakan ekonomi, pasar, keuangan, dan aspek lainnya. Kami juga telah mendapatkan surat rekomendasi persetujuan dari Mendagri,” terang Ansar.
Ansar mengajak DPRD Kepri untuk segera membahas dan mengesahkan Ranperda BUMD energi migas ini.
“Mari kita bersama-sama wujudkan BUMD energi migas Kepri untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Editor: Brp





