Medianesia, Karimun – Permasalahan tumpukan sampah tidak diangkut petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Pemerintah Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) rupanya tidak hanya terjadi di Pulau Karimun Induk sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Karimun.
Permasalahan serupa yakni tumpukan sampah tidak diangkut juga dilaporkan melanda hampir seluruh wilayah Tanjungbatu, Kecamatan Kundur.
“Sampah tak diangkut tidak hanya terjadi di Pulau Karimun Induk tapi juga di Tanjungbatu, Kecamatan Kundur. Hampir semua wilayah di Tanjungbatu sampahnya tidak diangkut akhirnya menumpuk,” kata Ketua Harian Ormas Gagak Hitam Pulau Kundur, Zuriantias, Jumat (29/10/2021).
Bahkan kata Zuren, panggilan akrabnya, sampah menumpuk tidak terangkut petugas kebersihan dari DLHK Pemkab Karimun itu sudah berlangsung selama kurang lebih dua pekan.
“Sudah hampir dua minggu. Bahkan lori yang biasa mengangkut sampah sering terlihat tak dioperasionalkan,” ujar Zuren via telepon.
Akibatnya, pemandangan tak sedap pun tersaji dikarenakan sampah yang mulai menggunung di wilayah Tanjungbatu, Kecamatan Kundur tersebut.
Sampah basah saking lamanya tidak diangkut petugas kebersihan dari DLHK Pemkab Karimun akhirnya membusuk, mengeluarkan belatung hingga mengeluarkan bau tak sedap.
“Sampah basah sudah muncul belatung malah,” katanya.
Terkait tidak diangkutnya sampah di wilayah Tanjungbatu, Kecamatan Kundur itu, Zuren mengaku pihaknya mendengar selentingan adanya permasalahan di internal petugas kebersihan DLHK Pemkab Karimun.
Permasalahan itu diduga dipicu gaji petugas kebersihan belum dibayarakan pihak DLHK Pemkab Karimun selama kurang lebih 2 bulan.
“Informasi yang kami dengar, petugas kebersihan merajuk (ngambek, red) karena sudah dua bulan gaji mereka tidak dibayarkan pemerintah daerah,” ujar Zuren.
Zuren merasa miris dan menyayangkan jika permasalahan sampah tidak diangkut petugas kebersihan DLHK Pemkab Karimun dipicu oleh tidak kunjung dibayarakannya gaji petugas kebersihan selama 2 bulan oleh Pemkab Karimun. (cr7)





