
medianesia.id – Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan, ketersediaan air Kota Batam berada pada level yang aman.
“Kondisi ketersediaan air baku di Batam cukup untuk mencukupi kebutuhan air masyarakat saat ini,” ujar Ariastuty Sirait, Minggu (29/1/2023)
Menurutnya, air menjadi kebutuhan dasar yang vital bagi makhluk hidup dan mutlak harus dipenuhi. Menyikapi ini, pihaknya terus menyiapkan sejumlah strategi untuk peningkatakan kapasitas produksi air di Batam.
“Saat ini, kondisi ketahanan air kita berada pada level yang cukup untuk memenuhi kebutuhan air Kota Batam,” jelasnya.
Ditegaskannya, pihaknya sedang mengupayakan langkah-langkah preventif, agar ketahanan air kita semakin baik, seiring pertumbuhan Batam yang semakin pesat.
Sumber air Batam berasal dari 8 waduk yang tersebar di Pulau Batam, memiliki kapasitas total air baku sebesar 5.052 Lpd dengan kemampuan Instalasi Pengolahan sebesar 3.610 Lpd.
Dengan jumlah penduduk saat ini lebih kurang 1,224,139 juta jiwa, kebutuhan air di Batam untuk tahun 2022 terus meningkat mencapai 3.259 Lpd (liter per detik).
“88 persen masyarakat Batam, telah menikmati air secara optimal. Selisihnya adalah daerah stress area, yang kita bantu dengan pendistribusian air melalui tangki air,” jelasnya.
Disebutkannya, Batam memiliki 23 stress area yang tersebar merata di seluruh Pulau Batam. Namun kondisi topografi atau elevasi mengakibatkan tekanan tidak cukup untuk membawa air sampai ke titik tertentu pada elevasi yang tinggi.
Kemudian ia juga menerangkan bahwa BP Batam tengah menyiapkan program-program peningkatan ketahanan air, baik jangka pendek, menengah dan jangka panjang.
“Dari sisi kapasitas jaringan tengah dilakukan peremajaan pipa untuk meningkatkan coverage distribusi air hingga ke stress area. SPAM BP Batam bersama PT. Air Batam Hulu dan PT Air Batam Hilir, melakukan penambahan instalasi dan perkuatan pipa.” tutupnya.*





