Black Out Listrik Batam Bintan, Ombudsman Diduga Ada yang Tak Lazim

PLN Batam akan melakukan inovasi dengan menggunakan teknologi hindrogen. F. Instagram@plnbatam

Medianesia.id– Padamnya listrik Batam Bintan mendapat sorotan dari Ombudsman Perwakilan Kepri. Peristiwa di tahun baru 2023 ini, diduga ada yang tidak lazim.

Kepala Ombudsman Kepri, Lagat Siadari mengatakan, padamnya listrik Batam Bintan sangat tidak lazim, karena PLN Batam menyatakan Natal dan Tahun Baru 2023 aman dari pemadaman.

Atas dasar itu, Lagat Siadari menduga, pemadaman listrik Batam Bintan lebih kepada Human Erorr. Karena kalau terjadi gangguan alam seperti hujan dan petir, pastinya tak akan terjadi selama itu dan menyeluruh.

“Kalau karena gangguan alam itu kecil kemungkinan. Karena malam itu tak ada hujan dan petir. Analisis saya Ini lebih ke human erorr atau sabotase, karena padamnya sangat lama,” ujar Lagat Siadari, Selasa (03/01/2023)

Masih kata Lagat Siadari, permasalahan padamnya listrik hingga waktu lama ini adalah hal yang sangat serius untuk Batam.

Karena itu, ia berharap ada keterlibatan BIN atau polisi untuk memastikan penyebab pemadaman listrik. Sebab permasalahan sistem yang disebut oleh PLN Batam tak jelas.

“Ini harus diselidiki, karena ini permasalahan serius. Berdampak untuk banyak sektor, apalagi diawal tahun. Mudah-mudahan Pimpinan PLN bisa terbuka dengan jelas kepada publik,” tegasnya.

Selain itu, Lagat Siadari, meminta PT PLN Batam agar lebih terbuka terkait penyebab padamanya aliran listrik di wilayah Batam-Bintan hingga belasan jam.

Ia melanjutkan, jangan sampai ketidakterbukaan menimbulkan praduga bermacam-macam dari masyarakat.

“PLN Batam harus terbuka, penyebabnya apa. Karena ini waktu yang sangat lama, dan berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat,” tutupnya.*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *