Medianesia.id, Batam – Bank Indonesia perwakilan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) merilis Indeks Harga Konsumen (IHK) pada September 2022 yang mencapai 1,06 persen.
Jumlah ini terbilang lebih tinggi dibandingkan Agustus 2022 yang mengalami deflasi sebesar -0,50% (mtm).
Wakil Ketua II TPID Provinsi Kepulauan Riau Adidoyo Prakoso mengatakan, Inflasi didorong oleh peningkatan harga kelompok komoditas yang harganya diatur oleh pemerintah.
“Utamanya bensin serta meningkatnya tekanan inflasi kelompok inti yang didorong oleh kenaikan biaya masuk akademi/perguruan tinggi sejalan pergantian tahun ajaran baru,” jelasnya, Jumat (7/10/2022) pagi.
Pihaknya pun menegaskan, tekanan inflasi diperkirakan masih berlanjut hingga Oktober 2022. namun lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.
“Ada beberapa risiko inflasi yang perlu diwaspadai. Diantaranya, dampak lanjutan dari penyesuaian harga BBM dan kondisi cuaca yang berdampak pada pasokan komoditas sayur-sayuran serta ikan segar,” tegasnya.
Berkenaan dengan hal tersebut, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan terus memperkuat sinergi dalam upaya pengendalian inflasi.
Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (Gernas PIP) Provinsi Kepri yang di-launching pada 22 Agustus 2022 akan terus diintensifkan dengan berfokus pada 3 program.
Yakni meningkatkan produksi pangan melalui program pemanfaatan lahan pekarangan dan perluasan lahan untuk budidaya tanaman pangan.
Selanjutnya, memperkuat kerjasama antar daerah untuk memastikan kelancaran distribusi pangan.
“Serta melaksanakan upaya stabilisasi harga pangan melalui operasi pasar yang telah dan akan terus dilakukan di sejumlah pasar di wilayah Kepri,” terangnya. (ilm)





